Breaking News:

Berita Kediri

Kota Kediri Mulai Vaksinasi Anak Usia 6 - 11 Tahun Dosis Kedua 

Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi anak-anak usia 6-11 tahun di Kota Kediri berlangsung di Komplek SDN Banjaran, Komplek SDN Burengan serta SD Plu

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Seorang anak di Kota Kediri menerima suntikan vaksin covid-19 dosis kedua, Kamis (13/1/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Kota Kediri telah mulai melakukan vaksinasi Covid 19 dosis kedua untuk anak usia 6 - 11 tahun.

Diharapkan orangtua siswa ikut memotivasi buah hatinya untuk mengikuti vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi anak-anak usia 6-11 tahun di Kota Kediri berlangsung di Komplek SDN Banjaran, Komplek SDN Burengan serta SD Plus Rahmat. 

Sebanyak 1.269 dosis vaksin jenis Sinovac yang disiapkan Dinas Kesehatan Kota Kediri. Suntikan dosis 2 diberikan kepada anak-anak yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama pada 15 Desember 2021.

Ada  beragam trik dan kiat dilakukan oleh sejumlah orangtua siswa agar anaknya mengikuti vaksinasi. Upaya itu dilakukan dengan memberikan edukasi buah hatinya tentang pentingnya divaksin.

Seperti dikemukakan Estiana, wali murid siswa kelas 1 SDN Banjaran 5 mempunyai cara unik untuk memotivasi putranya supaya semangat dalam menerima vaksin Covid-19. 

“Saya sampaikan ke anak saya, kalau dia mau main, happy-happy sama temennya, boleh asal harus divaksin terlebih dahulu, supaya tetap sehat,” ungkap Estiana saat mengantar anaknya vaksinasi dosis kedua, Kamis (13/1/2022).

Sementara  Kiki, wali murid kelas 4 SDN Banjaran 4 yang mengatakan kepada putrinya jika sudah divaksin boleh ikut masuk ke mall.

 “Namanya juga anak-anak, siapa yang tidak tergoda jika diajak ke mall dimana banyak gerai-gerai yang menjual jajanan, mainan-mainan, hingga baju-baju lucu yang tentu saja sangat disukai olehnya,” ungkapnya.

Ada juga siswa yang mengikuti vaksinasi karena ingin mendapatkan kartu vaksin seperti yang dimiliki kedua orangtuanya.
Sehingga anak dengan penuh kesadaran mengikuti vaksinasi di sekolahnya. 

Seperti diungkapkan Agus Arifin, orangtua wali murid siswi yang sekolah di SDN Banjaran 5 mengaku tidak ada treatment khusus.

Karena anakya  dengan kesadaran mau untuk mengikuti vaksinasi. "Karena saya menanamkan pada putri saya bahwa menjaga kesehatan terutama ditengah pandemi ini sangat penting,” ungkapnya.

Sementara dr Ira Widyastuti mengemukakan putranya termotivasi dengan sendirinya lantaran melihat ayah, bundanya serta kakaknya juga telah divaksin.

 “Tanpa ada paksaan dia semangat dengan sendirinya untuk mengikuti vaksinasi ini. Mungkin juga karena melihat ayah, bunda serta kakaknya telah divaksin,” jelasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved