Breaking News:

Press Release

Pengacara Jurnalis Nurhadi Anggap Putusan Hakim Belum Memenuhi Rasa Keadilan Jurnalis

“Seharusnya hakim bisa melihat secara jernih bahwasanya pelaku adalah penegak hukum. Seharusnya hakim dapat menjadikan ini pertimbangan,"

Editor: eben haezer
ist/AJI Surabaya
Sejumlah anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dari berbagai kota di Jawa Timur menggelar aksi damai untuk mendorong hakim PN Surabaya agar menjatuhkan vonis maksimal kepada polisi penganiaya jurnalis Nurhadi, Selasa (11/1/2022). Dalam sidang Rabu (12/1/2022), dua terdakwa akhirnya divonis 10 bulan penjara. 

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Tim kuasa hukum jurnalis Nurhadi mengaku kecewa pada majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara kepada 2 polisi penganiaya jurnalis Nurhadi, Rabu (12/1/2022).

Pengacara Nurhadi dari Federasi KontraS, Fatkhul Khoir, menganggap bahwa vonis tersebut mencederai rasa keadilan bagi jurnalis.

“Seharusnya hakim bisa melihat secara jernih bahwasanya pelaku adalah penegak hukum. Seharusnya hakim dapat menjadikan ini pertimbangan untuk memperberat hukuman,” kata Fatkhul Khoir melalui rilis tertulis kepada redaksi, Rabu (12/1/2022).

Sedangkan pengacara Nurhadi dari LBH Lentera, Salawati Taher, juga menganggap janggal tidak adanya perintah penahanan atas Purwanto dan Firman Subkhi.

“Karena dengan demikian, bila terpidana-terpidana tersebut banding, maka NH masih akan tetap dalam lindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan belum bisa bekerja kembali,” ujar Salawati.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang yang berlangsung di PN Surabaya, majelis hakim menyatakan terdakwa Purwanto dan Firman Subkhi bersalah melanggar pasal 18 ayat (1) UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Selain divonis 10 bulan penjara, dua terdakwa juga diwajibkan membayar restitusi kepada Nurhadi sebesar Rp 13.813.000 dan kepada saksi F sebesar Rp 21.850.000.

Vonis terhadap dua terdakwa ini lebih rendan dari tuntutan JPU yakni 1 tahun 6 bulan penjara.

Seperti diketahui, pada 27 Maret 2021, jurnalis Tempo Nurhadi dianiaya sekelompok orang saat meliput di Gedung Samudra Bumimoro yang terletak di Jl Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu, Nurhadi mendatangi gedung tersebut untuk melakukan investigasi terkait kasus dugaan suap yang dilakukan oleh Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang sedang ditangani KPK.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved