Breaking News:

Berita Tulungagung

Sekurangnya 40 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tulungagung Mendapatkan Asimilasi Hingga Juni 2022

Sekurangnya 40 warga binaan di Lapas Kelas IIB Tulungagung akan bebas sebelum akhir Juni 2022 karena mendapatkan asimiliasi

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Lapas Kelas IIB Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Sekurangnya 40 warga binaan di Lapas Kelas IIB Tulungagung akan bebas sebelum akhir Juni 2022.

Mereka bebas dengan status asimilasi, setelah menjalani dua per tiga masa hukumannya.

Asimilasi ini diberikan selama pandemi Covid-19, berdasar Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomo 43 tahun 2021.

"Asimilasi diperpanjang hingga 30 Juni 2022, sesuai Permenkumham 43 tahun 2021 yang ditetapkan 28 Desember 2021," terang Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tulungagung, Imam Fahmi.

Dalam Permenkumham itu mengatur, narapidana yang sudah menjalani 2/3 masa hukuman sebelum 30 Juni 2022 berhak mendapatkan hak asimilasi.

Namun tidak semua narapidana mempunyai hak asimilasi, meski sudah menjalani 2/3 masa hukumnya.

Mereka yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 tahun 2012 tidak mendapatkan asimilasi.

PP ini mengatur pengetatan pemberian remisi bagi narapidana.

Mereka yang termasuk di dalamnya adalah narapidana narkoba, terorisme, tindak pidana korupsi (Tipikor), dan kejahatan transnasional.

Sedangkan tindak pidana umum  terdiri dari pasal 339 KUHP tentang pembunuhan maupun 340 tentang pembunuhan berencana, dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

"Selain itu pelaku kejahatan perlindungan anak, serta residivis tidak mendapatkan asimilasi," papar Fahmi.

Bagi napi yang terkait PP 99/2012 dan sudah menjalani 2/3 hukuman, berhak diikutkan program  integrasi.

Mereka bisa diusulkan cuti bersyarat, pembebasan bersyarat dan mulai berhak mendapatkan remisi.

Jumlah yang dipastikan bisa ikut asimilasi kemungkinan bisa bertambah, karena masih ada warga binaan yang belum diputus perkaranya.

"Bisa saja pidana-pidana pendek yang diputus langsung memenuhi syarat asimilasi," ujar Fahmi. (David Yohanes)   

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved