Breaking News:

Berita Nganjuk

Pelayanan Publik Pemkab Nganjuk Dapat Rapor Merah Dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI)

Pelayanan publik Pemkab Nganjuk tahun 2021 mendapat raport merah dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI)

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pelayanan publik Pemkab Nganjuk tahun 2021 mendapat raport merah dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) karena dinilai masih mempersulit dan membutuhkan waktu lama dalam penyelesaianya.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya tidak dapat memungkiri akan rapor merah tentang pelayanan publik dari ORI tersebut. Karena kenyataan yang terjadi dalam pelayanan Publik di Pemkab Nganjuk memang masih seperti itu.

"Ini menjadi catatan kami sebagai kepala daerah untuk memperbaiki semuanya tentang pelayanan publik yang mendapat rapor merah tersebut," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Dijelaskan H Marhaen Djumadi, salah satu pelayanan publik yang dinilainya masih jauh dari harapan yang sebelumnya ditarget selesai dalam 14 hari yakni pelayanan perizinan pendirian perusahaan dan pabrik di Kabupaten Nganjuk.

Masih ada pengajuan perizinan dari pengusaha yang masuk ke Kabupaten Nganjuk sampai dua tahun belum selesai, setelah permohonan izin tersebut masih harus melalui banyak meja.

"Kami dibuat tidak mengerti mengapa hal itu masih saja terjadi, padahal kami senantiasa meminta agar perizinan pendirian perusahaan atau permohonan investasi yang masuk ke Nganjuk diberikan pelayanan cepat dan maksimal," ucap Marhaen Djumadi.

Disamping itu, ungkap Marhaen Djumadi, hampir semua OPD di Pemkab Nganjuk juga belum memenuhi standar pelayanan publik terbaik. Diantaranya menempatkan petugas untuk melayani tamu atau masyarakat yang datang ke kantor OPD, tidak adanya ruang tunggu bagi tamu, cenderung pegawai OPD masih suka saling lempar penanganan pengaduan, dan sebagainya.

Kondisi tersebut, menurut Marhaen Djumadi, harus bisa diubah dan dilakukan perbaikan dalam hal pelayanan publik. Pola pikir lebih senang memersulit masyarakat yang mengadu dan membutuhkan pelayanan harus bisa dihilangkan. Semua ASN (aparatur sipil negara) harus memiliki pola pikir sebagai pelayan publik, bukan sebagai pejabat yang minta dilayani oleh masyarakat.

"Pola pikir sebagai pelayan publik itu harus betul-betul ditanamkan pada semua ASN di Pemkab Nganjuk. Jangan lagi ada pemikiran ketika menerima pengaduan masyarakat dan berpikir bisa dipersulit mengapa dipermudah, tetapi harus sebaliknya bisa dipermudah mengapa harus dipersulit seingga merugikan masyarakat. Saya akan evaluasi betul-betul soal pelayanan Publik tahun 2022 ini," tutur Marhaen Djumadi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved