Breaking News:

Berita Kediri

Manfaatkan Bonus Demografi, Kota Kediri Akan Mendorong Keterlibatan Milenial Dalam Pembangunan

Sejak 2018 Kota Kediri telah mengalami bonus demografi. Karena itu, Pemkot Kediri akan mendorong keterlibatan milenial dalam pembangunan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Kuliah Inspiratif Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kampus di IIK Strada Indonesia, Sabtu (8/1/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Sejak 2018 Kota Kediri telah mengalami bonus demografi. Saat ini penduduk di Kota Kediri didominasi oleh usia 15-29 tahun. 

Untuk itu Pemerintah Kota Kediri banyak melibatkan kaum milenial dalam perencanaan pembangunan. Karena milenial memiliki banyak ide dan gagasan yang luar biasa dalam membangun daerah. 

“Karena di Kota Kediri banyak usia milenial kita ajak mereka berkolaborasi. Kota Kediri ini tidak bisa hanya dikembangkan oleh pemerintah saja harus melibatkan milenial sehingga kotanya jadi cozy. Kita bisa lihat bahwa milenial memiliki kontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkap Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri saat menjadi pembicara Kuliah Inspiratif di Kampus IIK Strada Indonesia, Sabtu (8/1/2022). 

Dijelaskannya, milenial di Kota Kediri telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang. Diantaranya, bidang ekonomi dimana banyak milenial yang menjadi entrepreneur. 

Kemudian karang taruna juga memproduksi film pendek yang mengangkat branding Kota Kediri. Pada bidang olahraga banyak atlet muda berprestasi. 

Di bidang kesehatan milenial membantu Pemkot Kediri dalam penanganan Covid-19 melalui mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kesehatan di Kota Kediri. Mereka menjadi relawan swaber dan vaksinator sehingga saat ini pandemi di Kota Kediri dapat terkendali. 

Pada kesempatan itu Walikota berpesan bagi milenial untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. 

Seorang milenial harus banyak berkolaborasi dan adaptif. Sebab milenial tidak hanya bersaing di dalam negeri namun juga di luar negeri. 

“Bukan yang kuat yang bertahan, tapi yang bisa menyesuaikan diri. Jadi orang yang bisa bertahan adalah orang adaptif. Kalau tidak akan mati dengan sendirinya,” ungkapnya.

Kuliah inspiratif diikuti 797 mahasiswa IIK Strada Kediri baik secara luring maupun daring. Termasuk mahasiswa dari program pertukaran mahasiswa merdeka dalam negeri dari Kendari, Manado, Pekanbaru, Kupang, dan Banjarmasin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved