Breaking News:

Berita Kediri

Kota Kediri Susun Road Map Antisipasi  Inflasi Daerah Tahun 2022, Cabe Rawit Kian Melejit

Pengendalian inflasi mengadopsi strategi 4K, terdiri dari Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat menjadi menjadi penyumbang terjadinya inflasi di Kota Kediri. 

TRIBUNMATARAMAM.COM I KEDIRI- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri yang terdiri Barenlitbang, DKPP, Disperdagin, Bagian Perekonomian, Bagian Pemerintahan, DPUPR, Bank Indonesia serta Bulog  bersinergi melakukan upaya preventif dalam mengendalikan inflasi tahun 2022. 

Salah satu upayanya dengan penyusunan Road Map pengendalian inflasi di Kota Kediri yang dilakukan di Balai Kota Kediri, Jumat (7/1/2022).

Chevy Ning Suyudi, Kepala Barenlitbang Kota Kediri menjelaskan, dalam rencana kerja pengendalian inflasi tersebut mengadopsi strategi 4K, yang terdiri dari: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif.

Terdapat 10 komoditas utama penyumbang inflasi pada Desember 2021 di Kota Kediri, seperti: cabe rawit, minyak goreng, tarif kereta api, beras, telur ayam ras, cabai merah, kangkung, semangka, terong, serta perhiasan emas.

Selain itu komoditas sawi hijau, pepaya, jeruk, udang basah, biaya administrasi transfer uang, deterjen, anggur, pembalut wanita, ketimun, serta kelapa justru mengalami deflasi.

Pemkot Kediri patut mewaspadai beberapa hal pendorong inflasi yang mungkin terjadi pada Januari 2022. 

Di antaranya, munculnya virus baru Omicron berpotensi meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas masyarakat di pasar atau pusat perbelanjaan, kenaikan cukai rokok yang berimbas pada kenaikan harga rokok, serta perubahan iklim yang ekstrim menyebabkan penurunan komoditas tertentu.

Chevy berharap melalui penyusunan Road Map pengendalian inflasi di Kota Kediri dapat menyinergikan pihak-pihak terkait dalam mengendalikan laju inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, tingkat inflasi Kota Kediri tahun 2021 berada pada angka 1,64 persen. Angka itu berada di bawah Provinsi Jawa Timur sebesar  2,71 persen dan 1,87 persen di level nasional.

Sumber inflasi saat ini berasal dari adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks dari kelompok pengeluaran.

Di antaranya, makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 2,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga inflasi sebesar 0,02 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga inflasi 0,01 persen, kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,22 persen, kelompok transportasi inflasi 0,51 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran inflasi 0,05 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi sebesar 0,49 persen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved