Breaking News:

Berita Trenggalek

Siasat Produsen Roti di Trenggalek Menghadapi Harga Telur yang Melesat

Kenaikkan harga telur yang menyentuh Rp 30 ribu per kilogram (kg) berdampak pada pelaku usaha produsen roti. Mereka pun bersiasat

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Ilustrasi produksi roti asal Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Kenaikkan harga telur yang menyentuh Rp 30 ribu per kilogram (kg) berdampak pada pelaku usaha produsen roti.

Para produsen roti di Kabupaten Trenggalek harus bersiasat agar usaha mereka tetap bisa berjalan lancar, meski harga telur mengalami kenaikkan signifikan.

Ratna Susiati, produsen roti Kayumaniskoe Trenggalek, mengatakan, kenaikkan harga telur sangat dirasakan oleh para produsen roti.

"Sangat dirasakan. Oleh saya, juga teman-teman produsen roti yang lain," kata Ratna, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Harga Telur Mahal, Peternak Blitar : Permintaan Naik, Populasi Ayam Turun 40 Persen Dampak PPKM

Apalagi, kata Ratna, kenaikkan harga telur juga dibarengi dengan naiknya harga bahan baku roti yang lain.

Ia mencontohkan, harga mentega mengalami kenaikkan sekitar 20 persen.

Ia biasa membeli mentega seharga Rp 285 ribu per 15 kilogram. Kini, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 350 ribu untuk barang yang sama.

"Minyak goreng juga masih mahal sekarang," kata Ratna.

Akibat kenaikkan harga telur dan bahan-bahan lainnya, biaya produksi yang harus ia keluarkan naik sekitar 25 persen.

Alhasil, Ratna memilih untuk menaikkan harga aneka roti buatannya agar tak merugi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved