Breaking News:

Berita Trenggalek

Begini Aturannya Jika Ingin Berwisata Ke Trenggalek Selama Nataru

Pemkab juga melarang pesta perayaan pergantian tahun dengan berkerumun di tempat wisata. Baik tempat wisata tertutup, maupun terbuka.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/aflahul abidin
Destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan tempat wisata tetap buka selama Natal dan tahun baru (Nataru).

Namun untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat wisata, pemkab menerapkan beberapa aturan ketat terkait pembukaan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto mengatakan, meski dibuka, pengelola dan pengunjung tempat wisata harus patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

"Tetap harus menerapkan prokes yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan)," kata Sunyoto, Sabtu (25/12/2021).

Selain itu, pengelola wisata juga wajib untuk memasang QR code yang terhubung dengan aplikas PeduliLindungan.

Dengan demikian, para wisatawan yang datang juga wajib menginstal aplikasi PeduliLindungi di gawai masing-masing untuk bisa masuk ke suatu tempat wisata.

"Hanya pengunjung dengan kategori hijau yang diperkenankan masuk," ujarnya.

Dalam aplikasi PeduliLindungi, kategori hijau adalah masyarakat yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 lengkap. Sehingga mereka diizinkan untuk mengakses fasilitas umum.

Para pengelola tempat wisata juga diwajibkan untuk membatasi jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas.

"Mereka juga harus memastikan tidak terjadi kerumunan yang menyebabkan para pengunjung tidak bisa menjaga jarak," imbuhnya.

Pemkab juga melarang pesta perayaan pergantian tahun dengan berkerumun di tempat wisata. Baik tempat wisata tertutup, maupun terbuka.

Penggunaan penggeras suara yang bisa memicu berkumpulnya pengunjung juga dilarang. Termasuk juga membatasi kegiatan masyarakat seperti kegiatan seni budaya di tempat wisata.

"Pengelola destinasi juga harus berlaku sebagai satuan tugas Covid-19 di destinasi masing-masing," sambungnya.

Sunyoto mengatakan, aturan wisata di Kabupaten Trenggalek disusun merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 66/2021 dan Surat Edaran Bupati Trenggalek tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Nataru.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved