Breaking News:

Berita Kediri

Pengisian Pamong Desa yang Tertunda Akibat Ada Indikasi Curang Kembali Digelar, Penyelenggara Sama

ujian perangkat desa hari ini tetap menggunakan pihak ketiga Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Penulis: Farid Mukarom | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Farid Mukarrom
Suasana menjelang tes pengisian perangkat desa di Convention Hall Simpang Lima Gumul 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Kediri menggelar tes pelaksanaan ujian perangkat desa di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kamis (23/12/2021).

Ujian perangkat desa yang digelar oleh PKD Kabupaten Kediri ini sebelumnya diketahui sempat dijadwalkan pada tanggal 16 Desember 2021.

Namun saat itu ujian diputuskan ditunda oleh Bupati Kediri karena sedang melakukan investigasi terkait dugaan curangan dalam proses pengisian perangkat desa.

Total ada 412 peserta berasal dari 61 desa di 7 Kecamatan se-Kabupaten Kediri hari ini Kamis (23/12/2021).

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Kediri, Imam Jamiin, menyampaikan ujian perangkat desa hari ini tetap menggunakan pihak ketiga Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 

"Hari ini ujian diikuti oleh 7 Kecamatan dari 61 Desa. Tujuh Kecamatan yang ikuti tes hari ini adalah Tarokan, Banyakan, Purwoasri, Kayen Kidul, Plemahan, Wates dan Plosoklaten," ujarnya.

Suasana menjelang tes pengisian perangkat desa di Convention Hall Simpang Lima Gumul
Suasana menjelang tes pengisian perangkat desa di Convention Hall Simpang Lima Gumul (TribunMataraman.com/Farid Mukarrom)

Sementara itu untuk jumlah lowongan yang ikuti tes hari ini total ada 114 formasi.

"Dari semua 61 Desa yang kita koordinir, semuanya sepakat untuk memakai Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung," terangnya.

Sementara itu, Mashudi Ketua Tim Seleksi Pengisian Perangkat Desa dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menanggapi banyaknya masyarakat yang kontra dengan hasil nilai kembar bagi peringkat 1 di sejumlah desa. 

Nilai kembar yang dimaksud adalah 63,64 sehingga kejadian ini kemudian viral pada tanggal 10 Desember 2021. 

"Penilaian para peserta tes menggunakan sistem komputer. Saya rasa soal nilai 63,64 itu kebetulan,"ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved