Breaking News:

Berita Kediri

Waspada Pinjaman Online Ilegal Merajalela di Kediri, Ujungnya Menjerat Masyarakat

Pinjol ilegal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, perlu dibangun sinergitas bersama-sama mengawal supaya pinjol ilegal tidak merajalela.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
ist
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI- Pemkot Kediri bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri membangun sinergi untuk menangkal maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sinergi diawali dengan rapat koordinasi tim kerja Satgas Waspada Investasi Kota Kediri. 

Tim satgas terdiri sejumlah stakeholder terkait meliputi Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi UMTK, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal, Kepolisian, Kejaksaan dan Kemenag. 

Tanto Wijohari, Kepala Disperdagin Kota Kediri yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, pinjaman online ilegal memang sangat meresahkan masyarakat.  

Apalagi bagi para pelaku usaha yang membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usahanya.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi awal tahun lalu sangat memukul para pelaku usaha. Banyak di antara mereka yang memerlukan modal untuk tetap menjalankan usahanya banyak yang melirik pinjaman online. Sehingga perlu diwaspadai, jangan sampai pinjol yang mereka akses adalah ilegal yang ujungnya justru menjerat mereka," ungkap Tanto Wijohari, Jumat (17/12/2021).

Sehingga diperlukan edukasi kepada masyarakat supaya hal-hal yang meresahkan tidak terjadi.

Diharapkan dengan sinergi yang dibangun ini mampu menjadi usaha bersama untuk memerangi keberadaan pinjaman online ilegal.

Sementara Bambang Supriyanto, Kepala OJK Kediri sekaligus ketua tim kerja Satgas Waspada Investasi mengatakan, keberadaan pinjol ilegal dinilai sangat merugikan masyarakat. 

"Pinjol ilegal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, untuk itulah perlunya dibangun sinergitas guna bersama-sama mengawal supaya pinjol ilegal tidak merajalela," terangnya.

Kepada seluruh stakeholder juga diajak bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang keberadaan pinjaman online. 

"Mana yang legal dan mana yang ilegal ini memang perlu dimasifkan informasinya kepada masyarakat sehingga masyarakat juga bisa berhati-hati," jelasnya.

Selain itu edukasi tentang kebijakan undang-undang fintech peer to peer lending (pinjaman online) dan literasi keuangan juga dirasa perlu dipahami oleh penyedia layanan pinjaman dan masyarakat. 

Data terbaru Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama, Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan ada total 104 pinjaman online yang telah terdaftar dan terjamin keamanannya.

Pinjol tersebut meliputi 53 Multiguna, 44 Produktif, dan 7 Syariah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved