Breaking News:

Berita Kediri

327 Rumah Warga Tak Layak Huni Direnovasi Pemkot Kediri, Pengawasan Gandeng Kejari Kediri

Renovasi 327 rumah tidak layak huni (RTLH) ada 2 jenis anggaran yang disalurkan, dengan total anggaran sekitar Rp 5 miliar.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Salah satu rumah tidak layak huni di Kelurahan Bandar yang telah diperbaiki Pemkot Kediri. 

TRIBUN MATARAMAN.COM I KEDIRI - Selama 2021 Pemkot Kediri telah membantu memperbaiki 327 rumah  warga kurang mampu yang tidak layak huni. 

Bantuan tersebut merupakan upaya Pemkot Kediri membantu masyarakat dapat hidup sejahtera dan memiliki tempat tinggal yang layak, aman dan sehat. 

Hadi Wahjono, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri menyampaikan, dalam merenovasi 327 rumah tidak layak huni (RTLH) ada 2 jenis anggaran yang disalurkan, dengan total anggaran sekitar Rp 5 miliar.

"Anggaran dari APBD Kota Kediri sebesar Rp 2,8 miliar dan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan atau Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) sebesar Rp 2,2 miliar" jelasnya. 

Kedua jenis bantuan tersebut, warga penerima bantuan menerima jumlah uang yang berbeda. Karena ada 2 cara penyaluran, yaitu diberikan langsung ke penerima bantuan dan melalui kelompok masyarakat (pokmas). 

"Kalau dari anggaran APBD Kota Kediri digunakan 2 cara penyaluran, namun untuk anggaran DAK langsung diberikan ke penerimanya," jelasnya.

Meski dari APBD ada yang menggunakan cara penyaluran bantuan lewat pokmas, uang bantuan akan langsung masuk ke rekening penerima bantuan langsung.

"Pokmas akan membantu pemantauan dan pelaporan hasil renovasi," jelasnya. 

Jumlah bansos yang diterima dengan cara penyaluran langsung ke penerima bantuan sebesar Rp 20 juta setiap rumah, sedangkan yang melalui pokmas jumlah bantuannya beragam sesuai jenis kerusakan yang dialami warga.

 "Jadi untuk yang melalui pokmas jumlah bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhannya. Apakah hanya perbaikan atap saja, atap dan dinding ataupun perbaikan lainnya. Makanya jumlah yang diterima beragam," ujarnya. 

Hadi berharap bantuan dapat meringankan dan membantu masyarakat Kota Kediri untuk memiliki tempat tinggal yang layak

Selain itu juga berpesan agar rumah yang sudah terbangun ataupun diperbaiki dapat dijaga dan dipelihara dengan baik.

Selama pelaksanan program bansos RTLH hingga laporan hasil akhir, DPKP juga menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Kediri guna memantau secara langsung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved