Selasa, 12 Mei 2026

Video Viral Tes SIM C Indonesia & Taiwan yang Beda Drastis, Polisi Angkat Suara soal Rintangan Sulit

Masyarakat dibuat iri dengan tes SIM C di Taiwan yang dinilai lebih mudah dibandingkan di Indonesia. Video perbedaan viral dan tanggapan polisi

Tayang:
Penulis: Alif Nur Fitri P | Editor: eben haezer
TikTok romansasopirtruk
Perbedaan tes SIM C di Insonesia dan Taiwan 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Masyarakat Indonesia dibuat iri dengan tes SIM C di Taiwan yang dinilai lebih mudah.

Belakangan video perbandingan tes SIM C Indonesia dan Taiwan menjadi perbincangan hingga viral.

Dalam video yang dibagikan, tampak perbedaan drastis dalam hal medan atau rintangan yang diberikan saat tes.

Baca juga: 3 Lokasi Syuting Sinetron SCTV Dewi Rindu di Banyuwangi: Angela Gilsha Akting di Pantai hingga Hutan

Seperi diketahui, di Indonesia pembuat SIM C dihadapkan dengan rintangan zigzag hingga delapan.

Medan tersebut dinilai sangat sulit bagi masyarakat.

Video menampilkan ujian SIM C di Indonesia yang dilakukan dan dicontohkan oleh seorang polisi.

Ia memeragakan cara melewati ujian SIM, yakni dengan membawa sepeda motor dengan cara zig-zag, hingga mengikuti pola angka 8.

Saat mengendarai motor, polisi itu tak menginjakkan kaki ke tanah sama sekali.

Berbanding jauh, di Taiwan tak tampak ada rintangan zigzag maupun delapan.

Terlihat pula, beberapa kali si peserta ujian SIM memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang terpasang pada lintasan tes.

Atas beredarnya video itu, polisi memberi tanggapan. 

Baca juga: Kondisi Laura Anna Sebelum Meninggal Dunia: Alami Sesak Napas dan Sempat Masuk IGD

Menurut Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Solo, Iptu Uki, perbedaan ujian SIM antar negara adalah hal yang lumrah.

Disampaikannya, budaya berkendara di setiap negara pasti memiliki perbedaan karakter.

"Setiap negara punya karakteristik masing-masing, kita tidak bisa asal membandingkan budaya pengendara Taiwan dan Indonesia,

karena kepatuhan masyarakat Taiwan lebih baik dibandingkan Indonesia dalam memahami rambu lalu lintas dan marka jalan," ujarnya dilansir dari Tribunsolo.com.

Selain itu, Uki mengingatkan, karakter medan yang dilalui di Indonesia dan negara lain, misal Taiwan, juga berbeda.

"Dalam uji praktik SIM, Korps Lalu Lintas mempertimbangkan beberapa aspek dalam membuat regulasi ujian praktek," imbuhnya.

Terkait pelaksanaan uji tes SIM di Indonesia, Uki mengatakan regulasinya diatur dalam Perkap No.9 tahun 2012 tentang SIM.

Dalam peraturan itu disebutkan, materi ujian praktik pemohon SIM C harus lulus berupa :

a. Uji pengereman keseimbangan

b. Uji slalom (zig zag)

c. Uji membentuk angka 8

d. Uji reaksi rem menghindar

e. Uji berbalik arah membentuk huruf U (U turn)

Sedangkan untuk lebar dan panjang lapangan ujian praktik untuk SIM C disesuaikan dengan besaran kapasitas silinder dan/atau dimensi sepeda motor yang dikendarai.

Sebelum melaksanakan ujian praktek, pemohon SIM memang harus latihan terlebih dahulu.

"Kita mempersilakan kepada pemohon untuk berlatih di lapangan ujian praktik SATPAS SIM setiap hari mulai pukul 15.00 sampai 17.00 WIB, dan disiapkan pelatih atau instruktur," ujarnya.

Harapannya, bila seseorang sudah memiliki SIM, maka orang tersebut telah dinyatakan berkompetensi dalam berkendara di Indonesia.

"Kita punya SIM tandanya kita berkompetensi mengemudi. Untuk mendapatkan kompetensi harus latihan dan diuji," ujarnya.

Lajut Uki, pemilik SIM menjadi lebih tersaring, yakni benar-benar orang yang berkompetensi mengendarai kendaraan bermotor.

Ramai Video Membandingkan Ujian SIM di Taiwan & Indonesia, Polisi Solo Sebut Beda Budaya Berkendara

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Ramai Video Membandingkan Ujian SIM di Taiwan & Indonesia, Polisi Solo Sebut Beda Budaya Berkendara

Baca juga: Menengok Proses Pemindahan Prasasti Kamulan Dari Museum Tulungagung ke Pendopo Kabupaten Trenggalek

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved