Breaking News:

Berita Tulungagung

Prasasti Kamulan Dipindah dari Museum Tulungagung ke Trenggalek, Ini Isi Sebenarnya

Prasasti Kamulan dipindah dari Museum Daerah Wajakensis Tulungagung ke Pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/12/2021)

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Prasasti Kamulan saat masih di Museum Daerah Wajakensis Kabupaten Tulungagung.  

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Prasasti Kamulan dipindah dari Museum Daerah Wajakensis Tulungagung ke Pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/12/2021)

Prasasti ini menjadi dasar penetapan hari jadi Kabupaten Trenggalek.

Sebelum dipindahkan, sejak era kolonial Belanda prasasti disimpan di Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Menurut Korwil Balai Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur wilayah Tulungagung,  Hariyadi, prasasti Kamulan dikeluarkan tahun 31 Agustus 1194 atau 1116 Saka oleh Maharaja Panjalu Kadiri, Sri Kertajaya.

"Sebelumnya ada permohonan dari para Samya Haji Katandan Sakapat yang telah ikut berjuang mengembalikan raja ke singgasana di Kediri, akibat serbuan  musuh dari timur," terang Hadiyadi.

Samya Haji Katandan Sakapat datang kepada raja dengan perantaraan Pangalasan bernama Geng Adeg.

Kedatangan ini untuk menyampaikan bahwa pihaknya menyimpan rontal berisi keputusan raja yang telah dicandikan di Jawa, yaitu Haji  Tumandah.

Mereka memohon kepada raja supaya keputusan itu dikukuhkan di atas prasasti batu, dengan cap Kerajaan Kertajaya.

"Raja mengabulkan permohonan itu, karena Parasamya Haji Katandan Sakapat telah memperlihatkan kesetiaan mereka terhadap raja," sambung Hariyadi.

Keputusan raja itu lalu ditulis di atas batu yang memuat perincian anugerah Sri Tumandah dan Sri Rajakula  berupa hak-hak istimewa dan ditambah lagi anugerah dari Sri Raja Srengga berupa pemberian hak-hak istimewa.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved