Breaking News:

Berita Nganjuk

Sembilan Ruas Jalan di Kabupaten Nganjuk Akan Terapkan Sistem Satu Arah

Sembilan ruas jalan utama di kabupaten Nganjuk akan menerapkan sistem satu arah. Berikut daftarnya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Median jalan yang memisahkan jalur di sepanjang jalan A Yani Kota Nganjuk mulai dibongkar untuk persiapan penerapan jalur satu arah dalam rangka penataan ibu Kota Kabupaten Nganjuk.  

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Persiapan pelaksanaan jalur kendaraan satu arah di Jalan A Yani Nganjuk terus dimatangkan Pemkab Nganjuk.

Ini setelah pembangunan pedestrian sepanjang jalan A Yani dalam rangka penataan ibu Kota Kabupaten Nganjuk bakal segera selesai.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Nganjuk, Budi Legowo menjelaskan, dalam pelaksanaan perubahan jalur tersebut, Pemkab Nganjuk masih tetap menerima masukan dari masyarakat. Hal itu juga sebagai bahan evaluasi dan demi kebaikan bersama.

"Sejak awal sebelum pembangunan pedestrian, sudah dibuat dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas atau ANDALALIN. Dari situ sudah ada rumus dan hitungannya," kata Budi Legowo dalam talkshow di Radio Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Senin (13/12/2021).

Dijelaskan Budi Legowo, ada sembilan ruas jalan yang mengalami perubahan arus lalin dari dua arah menjadi satu arah.

Sembilan ruas jalan tersebut yakni Jalan A. Yani, Jalan Veteran, Jalan Imam Bonjol, Jalan DI Panjaitan, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Dr Soetomo, Jalan Yos Sudarso, Jalan Merdeka, dan Jalan Kartini.

"Untuk rambu lalin perubahan jalur tersebut saat ini juga telah dipasang, tapi masih ditutupi plastik hitam karena masih menunggu pembangunan pedestrian selesai," ucap Budi Legowo.

Budi Legowo berharap seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk mendukung kebijakan Pemkab Nganjuk tersebut. Dan pihaknya mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasinya pada Forum Lalu Lintas.

"Sekarang mari dukung dahulu kebijakan Pemkab Nganjuk yang baik itu. Bila ada feedback yang kurang baik dari masyarakat, maka akan kami tampung dan dilakukan evaluasi," ujar Budi Legowo.

Sedangkan dalam pelaksanaan perubahan jalur lalu lintas nantinya, tambah Budi Legowo, secara teknis Dishub Kabupaten Nganjuk akan melibatkan sejumlah pihak.  Terutama untuk sosialisasi mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk, dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk.

"Petugas gabungan itu akan ditempatkan di titik lokasi yang mengalami perubahan jalur selama seminggu atau mungkin sebulan untuk mengedukasi masyarakat. Sekaligus meminta masukan dari masyarakat," tutur Budi Legowo. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved