Breaking News:

Berita Trenggalek

Sudah 40 Kasus DBD di Trenggalek Sejak Awal Musim Penghujan, Masyarakat Harus Waspada

kasus demam berdarah biasa mewabah antara November hingga Februari tiap tahunnya. demam berdarah bisa menyerang siapa saja dan dapat berakibat fatal.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/aflahul abidin
RSUD dr Soedomo Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK – Warga Kabupaten Trenggalek diimbau untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kasus penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Trenggalek itu sudah mulai ditemukan sejak awal musim penghujan sekitar sebulan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Saeroni mengatakan, sudah ada temuan sekitar 40 kasus DBD dalam beberapa pekan terakhir.

“Menyebar di beberapa kecamatan. Terakhir kemarin ada di Kecamatan Tugu dan Watulimo,” kata Saeroni, Minggu (12/12/2021).

Saeroni menjelaskan, tim dari dinas kesehatan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di suatu kawasan begitu ditemukan kasus DBD.

Hal ini untuk meminimalisir lonjakan kasus DBD dari satu kawasan yang sama.

Tim juga menyosialisasikan ke masyarakat agar mereka melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kemudian apabila ada indikasi perlu dilakukan fogging (pengasapan), langsung kami lakukan fogging. Yang terakhir ini kami lakukan di daerah Tugu,” ucapnya.

Para pasien DBD dirawat di puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Saeroni bersyukur, hingga saat ini belum ada kasus warga meninggal akibat DBD.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved