Breaking News:

Berita Tulungagung

Ketua MUI Tulungagung: Pelaku Rudapaksa 21 Santriwati di Bandung Layak Dilaknat

"Coba dicek, apa layak yang seperti itu disebut pondok pesantren. Tapi dia memakai simbol pondok pesantren," ujar Gus Hadi.

Penulis: David Yohanes | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/David Yohanes
Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I TULUNGAGUNG - Pelaku rudapaksa pada 21 santriwati di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan pantas dilaknat.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz.

Menurut Gus Hadi, panggilan akrabnya, apa yang dilakukan Herry sangat memalukan.

"Itu patut dilaknat, memalukan korps pondok pesantren," ucap Gus Hadi dengan geram.

Menurutnya, kini pondok pesantren telah dipakai untuk mencapai tendensi tertentu.

Mulai dari tendensi kedekatan dengan pejabat, tendensi ekonomi dan kini perilaku menyimpang seperti yang dilakukan Herry.

"Coba dicek, apa layak yang seperti itu disebut pondok pesantren. Tapi dia memakai simbol pondok pesantren," ujar Gus Hadi.

Gus Hadi yakin, tidak ada penyimpangan seperti itu di Tulungagung.

Sebab apa yang dilakukan Herry merupakan penyimpangan karakter pribadi.

Guru pesantren yang sebenarnya disiapkan sejak dini, agar tidak berbuat hal serupa.

"Guru pesantren yang benar tidak akan melakukan itu," tegasnya.

Lebih jauh, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Mlaten Tulungagung ini meminta masyarakat untuk melapor ke MUI jika menemui penyimpangan.

Pihaknya akan melakukan tindakan kepada pesantren tersebut.

"Saya yakin di Tulungagung tidak ada. Kalau ada kiainya saya heh," tandas Gus Hadi sambil memeragakan gerakan menjewer.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved