Breaking News:

Berita Kediri

Warga Papar Kabupaten Kediri Mengadukan Dugaan Kecurangan Tes Seleksi Perangkat Desa ke Inspektorat

DAS, Warga Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri melaporkan adanya dugaan praktik jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa.

Penulis: Farid Mukarom | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/farid mukarom
DAS memberikan berkas laporan adanya dugaan kecurangan dalam pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Kediri, Wirawan 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - DAS, Warga Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri melaporkan adanya dugaan praktik jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa.

Perempuan itu melaporkan ke inspektorat terkait adanya dugaan manipulatif dalam penyelenggaraan tes seleksi pengisian perangkat desa yang digelar di di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) pada 9 Desember lalu. 

“Maksud dan tujuan saya adalah untuk mengajukan permohonan keberatan terhadap hasil seleksi perangkat desa yang terjadi di desa saya,” ujarnya Sabtu (11/12/2021).

Dengan membawa bukti-bukti terlampir yang dia sodorkan, pihaknya menjelaskan adanya manipulasi tersebut. 

“Di sini saya menganalisis nilai dari ujian. Nilai yang tujuh puluh persen (perkalian nilai ujian tertulis) saya analisis," ungkapnya.

Kemudian DAS menyampaikan jika dalam penilaian itu ada yang salah.

"Jadi nilainya itu hampir semuanya salah. Dari perhitungan, tujuh puluh persen dikali nilai tes tertulis itu tidak ada. Jadi adanya manipulasi data,” jelasnya.

Sementara itu dalam permohonan, DAS juga meragukan kredibilitas Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, selaku penyelenggara tes seleksi perangkat desa. 

“Keraguan akan kredibilitas pihak ketiga yaitu UIN Tulungagung. Sebagai panitia penyelenggara di dalam ujian ini,” tuturnya.

Sementara itu Wirawan selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Kediri menjelaskan, laporan tersebut sudah cukup untuk dilakukan tindakan awal pelaporan karena sudah disertai analisis dari hasil nilai yang dilampirkan pelapor.

“Dari laporan tersebut sudah cukup untuk kita lakukan kajian awal, namun nanti pelapor akan kita mintai bukti tambahan dengan sering berjalannya waktu. Pelapor sudah melampirkan analisisnya, kami akan analisis juga," ungkapnya.

Wirawan juga menyampaikan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan tim khusus dari Inspektorat serta akan berkoordinasi dengan pihak lain seperti Bagian Hukum dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) 

“Kami akan tindaklanjuti secepatnya dan koordinasi lebih lanjut dengan Bagian Hukum serta DPMPD,” tuturnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved