Breaking News:

Berita Nganjuk

DPRD Nganjuk Minta Pemkab Alihkan Kewenangan Pengelolaan Pasar Hewan Kedondong ke Disperdagin

DPRD Kabupaten Nganjuk meminta Pemkab Nganjuk mengalihkan kewenangan pengelolaan pasar hewan Kedondong kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Pasar Hewan Kedondong di Kelurahan Kedondong Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. DPRD Nganjuk meminta Pemkab Nganjuk mengalihkan kewenangan pengelolaan pasar ini kepada Disperdagin Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - DPRD Kabupaten Nganjuk meminta Pemkab Nganjuk mengalihkan kewenangan pengelolaan pasar hewan Kedondong kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin). 

Selama ini, kewenangan pengelolaan pasar hewan yang terletak di kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk tersebut ada pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk. 

Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Nganjuk, R Bambang Agus Hendro Wibowo mengatakan, seharusnya sebuah Pasar tersebut dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebagai dinas penghasil.

Disamping itu, apabila sebuah Pasar dikelola Disperindag dipastikan sudah sesuai dengan tupoksi yang ada.

"Ini yang membuat kita di Komisi 2 DPRD mencoba meluruskan pengelolaan Pasar Hewan Kedondong. Karena itu terkait dengan retribusi untuk PAD Kabupaten Nganjuk bukan sekedar terkait kesehatan hewan," kata R Bambang Agus Hendro Wibowo, Kamis (9/12/2021).

Dijelaskan Hendro Wibowo, pengelolaan Pasar Hewan juga terkait dengan fasilitas. Dimana sebuah Pasar harus dipenuhi fasilitas-fasilitas pendukung yang terus dibangun untuk membuat pedagang dan pengunjung tertarik datang. Hal itu juga termasuk dalam peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

"Apabila Pasar Hewan tersebut dikelola oleh Disperdagin maka pengelolaanya pasti akan sema dengan Pasar-pasar lainnya di Kabupaten Nganjuk. Artinya, akan ada program peningkatan sarana dan prasarana yang dibutuhkan Pasar," ucap Hendro Wibowo.

Kata Hendro, Komisi 2 DPRD menilai PAD dari pengelolaan Pasar Hewan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk kurang maksimal.

Setiap tahun pendapatan retribusi dari Pasar Hewan Kedondong di kisaran Rp 200 juta. Nilai retribusi tersebut sulit untuk dinaikkan dan justru seringkali menurun.

Padahal, tambah Hendro Wibowo, transaksi yang terjadi di Pasar Hewan Kedondong tersebut diperkirakan cukup besar setiap tahunnya.

Hal itu juga bisa dilihat dari ramainya transaksi jual beli hewan khususnya sapi di Pasar Hewan kedondong tersebut.

"Untuk itulah, upaya pengalihan pengelolaan Pasar Hewan dari Dinas Peternakan dan Perikanan ke Disperindag selayaknya dilakukan Pemkab Nganjuk dalam rangka peningkatan PAD dan perbaikan pengelolaan lebih maksimal lagi," tutur Hendro Wibowo.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, M Yasin belum dapat dikonfirmasi terkait keinginan Komisi 2 DPRD Nganjuk untuk mengalihkan pengelolaan Pasar Hewan Kedondong kepada Disperindag Nganjuk. (aru/Achmad Amru Muiz) 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved