Breaking News:

Berita Trenggalek

5 Kali Berturut-turut Trenggalek Raih Penghargaan Natamukti, Tahun ini Kategori Tertinggi

Kabupaten Trenggalek meraih penghargaan Natamukti untuk kelima kalinya, Kamis (9/12/2021).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Penyerahan penghargaan Natamukti untuk Kabupaten Trenggalek yang digelar secara virtual, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek meraih penghargaan Natamukti untuk kelima kalinya, Kamis (9/12/2021).

Penghargaan yang diberikan dari Kementerian Koperasi dan UMKM bekerja sama dengan International Council for Small Business itu merupakan yang kelima diterima oleh Kabupaten Trenggalek.

Pertama kali Kabupaten Trenggalek meraih penghargaan itu, yakni pada 2016.

Khusus untuk tahun ini atau 2021, penghargaan yang diterima merupakan kategori tertinggi yaitu Natamukti Nindya.

Pj Sekda Kabupaten Trenggalek, Anik Suwarni mengatakan, penghargaan ini adalah buah manis dari kerja keras mendorong para perempuan dan kelompok rentan di Trenggalek untuk mandiri berwirausaha.

"Penghargaan ini tentunya memancing semangat kami untuk bekerja lebih baik lagi. Utamanya dalam mengembangkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Utamanya lagi pada kelompok perempuan, anak, dan disabilitas," kata Anik, saat menerima penghargaan secara virtual dari Trenggalek, Kamis (9/12/2021).

Penghargaan ini, lanjut Anik, membuktikan bahwa para pelaku UMKM di Kabupaten Trenggalek mampu bertahan di tengah kondisi yang tak menentu akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Agus Setiyono menambahkan, Kabupaten Trenggalek sedang berkonsentrasi untuk membuat para pelaku UMKM naik kelas mulai tahun ini. 

"Tentunya untuk mewujudkan itu pemkab melakukan berbagai upaya. Diantaranya dengan melakukan pendampingan, fasilitasi terhadap permodalan, akses pasar, maupun standarisasi produk," kata Agus.

Bentuk riil dari pendampingan itu, antara lain, lewat program 5 ribu wirausaha perempuan baru yang digagas sejak akhir 2019.

"Dengan harapan akan tumbuh 5.000 pengusaha perempuan baru, yang tentunya diharapkan dapat mengangkat perekonomian keluarga sehingga lepas dari kemiskinan dan mencegah pertumbuhan anak dengan gizi buruk (stunting)," ungkapnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved