Breaking News:

Erupsi Gunung Semeru

Hujan Abu Kembali Meluncur Dari Gunung Semeru dan Menyulitkan Proses Evakuasi

Pagi tadi (6/12/2021), sekira pukul 09.00 WIB dari puncak Gunung Semeru keluar awan panas yang memicu terjadinya hujan abu. 

Editor: eben haezer
tribunjatim/tony hermawan
Kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru kembali terkena hujan abu. 

Reporter: Tony Hermawan

TRIBUNMATARAMAN.com | LUMAJANG - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terus berlangsung. 

Pagi tadi (6/12/2021), sekira pukul 09.00 WIB dari Puncak Jonggring Saloko terlihat mengeluarkan awan panas yang memicu terjadinya hujan abu

Kondisi ini menyulitkan tim penyelemat melakukan evakuasi. Terutama petugas yang ditugaskan melakukan pembersihan jalan di sekitaran Jembatan Gladak Perak. Turunnya abu hujan ke lereng membuat mereka lari berhamburan.

"Semua disuruh turun. Sekarang belum ada perintah lagi apakah sudah aman atau tidak," kata Faisol, personel Brimob Polda Jatim.

Sebelumnya, sekira pukul 04.00 pagi debit air di sungai laharan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro mengalami peningkatan.

"Cukup riuh pas subuh tadi, terutama relawan yang jaga-jaga. Kalau warga sudah banyak yang ngungsi," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (5/12/2021), pukul 17.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru sebanyak 14 orang.

Namun BNPB masih terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang terkait pemutakhiran data dampak erupsi.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari Ph.D dalam keterangan pers Perkembangan Hari Kedua Pasca Erupsi Gunung Semeru, Senin (6/12/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved