Breaking News:

Berita Madiun

Hampir Seribu Orang di Kabupaten Madiun Terjangkit HIV/Aids, Setengahnya Masih Belum Terlacak

Jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Madiun meningkat setiap tahun. Diperkirakan ada seribu orang, namun separonya masih belum terlacak.

Editor: eben haezer
ist
ilustrasi 

Reporter: Sofyan Arif Candra

TRIBUNMATARAMAN.com | MADIUN - Jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Madiun masih mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Selama tiga tahun terakhir terdapat tambahan 277 pasien HIV dan AIDS yang didampingi oleh Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun.

Atau jika dijumlahkan, per November 2021 terdapat 957 ODHA (orang dengan HIV dan AIDS) yang berada dalam pendampingan KPAD Kabupaten Madiun.

Pengelola Program dan Keuangan KPAD Kabupaten Madiun, Lenny Dwi Ambarsari mengatakan masih terdapat potensi tambahan ODHA yang lebih besar lagi yang belum ditemukan di Kabupaten Madiun.

"Estimasi nasional Kabupaten Madiun ada di angka 1521 kasus sedangkan yang kita dampingi masih 957 kasus. Artinya ada 500 kasus lebih yang belum kita temukan," kata Lenny, Senin (6/12/2021).

Estimasi nasional jumlah ODHA tersebut dilakukan pembaruan setiap 4 tahun sekali dengan sejumlah variabel mulai dari berdasarkan kelompok resiko, hingga pasangan ODHA itu sendiri.

Belum terdeteksinya 500 lebih kasus ini dikarenakan banyak hal. Yang pertama kurangnya melakukan pelayanan mobile visity.

"Adanya Pandemi ini kunjungan kita ke rumah sakit juga sedikit terganggu karena fokusnya di penanganan Covid-19," lanjutnya.

Selain itu munculnya lokasi prositusi baru juga menyulitkan petugas untuk melakukan pendataan kasus HIV dan AIDS.

"Wilayah (Mejayan) selatan banyak sekali muncul lokasi baru pindahan dari beberapa lokasi prostitusi sebelumnya, misalnya Muneng. Mereka menutup kegiatan tersebut dengan membuka warung," tambah Lenny.

Lenny pernah menjumpai perempuan pekerja sosial di daerah pasar baru dan stadion yang sebelumnya beroperasi di daerah Muneng, Kecamatan Pilangkenceng.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran HIV AIDS ini kita kerjasama dengan satpol PP untuk melakukan penertiban. Bagaimanapun yang mereka lakukan ini ilegal," kata Lenny.

"Selain itu dengan dilakukan penertiban bisa mengubah perilaku hidup untuk menjaga kesehatannya juga," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved