Breaking News:

Berita Tulungagung

MA Telah Memutus Perkara Korupsi PDAM Tulungagung, Kejaksaan Malah  Dibuat Bingung

MA telah menguatkan putusan PN Tipikor dan PT Tipikor yang menyatakan Djoko Haryanto, terdakwa korupsi PDAM Tulungagung. Tapi kini jaksa bingung.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor dan Pengadilan Tinggi (PT) Tipikor, terhadap terdakwa Djoko Haryanto.

Djoko adalah terdakwa korupsi dana perawatan PDAM Tirta Cahya Agung Tulungagung tahun  2016-2018.

Dengan putusan kasasi MA ini, Djoko tetap dihukum penjara selama empat tahun.

Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 135 juta.

Selain itu ada denda sebesar Rp 200 juta, subsider 6 bulan  penjara.

"Jadi tidak  ada perubahan sama sekali. Semua sama seperti putusan PN dan PT," terang Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut  7,5  tahun penjara.

JPU juga menuntut uang pengganti sebesar Rp 1,35 miliar. 

Lanjut Agung, putusan MA ini membingungkan Kejari Tulungagung.

Sebab di dalamnya tidak mengatur soal barang bukti yang disita selama proses hukum.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved