Breaking News:

Berita Kediri

Perajin Bangga Kain Tenun Ikat  Kota Kediri Masuk Pencatatan HAKI – KIK

"Kami bangga sekali sebagai perajin tenun ikat. Jadi, ke depannya itu sudah jelas bahwa tenun ikat adalah hak ciptanya dari Kediri,"

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Siti Ruqayah, perajin kain tenun ikat Medali Mas di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Upaya Pemkot Kediri mendaftarkan Tenun Ikat dan Tahu Takwa sebagai warisan budaya dalam Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional (HAKI – KIK) Kemenkumham mendapat apresiasi para perajin kain tenun ikat

Siti Ruqayah, perajin tenun ikat Medali Mas di Kelurahan Bandar Kidul mengaku sangat senang dan bangga dengan adanya pencatatan HAKI KIK.

"Alhamdulillah kini tenun ikat sudah diakui. Kami bangga sekali sebagai perajin tenun ikat. Jadi, ke depannya itu sudah jelas bahwa tenun ikat adalah hak ciptanya dari Kediri," kata Siti Ruqayah, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Pengakuan Bapak Pemerkosa 2 Putri Kandung di Ponorogo: Saya Sayang Sama Anak

Diungkapkannya, dengan pencatatan HAKI KIK, tenun ikat sudah diakui. Dengan dukungan Pemkot Kediri yang mendaftarkan tenun ikat menjadi lebih mudah. Karena jika diajukan oleh  individu untuk mendaftarkan hak cipta sangat sulit.

Siti Ruqayah mengaku semakin bersemangat dalam berusaha. Omzetnya kini sudah mulai pulih meski saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Termasuk pesanan juga sudah mulai merangkak naik. Berbagai instansi pemerintah dan swasta kini sudah pesan seragam dari bahan tenun. 

Pemerintah Kota Kediri juga sudah memberikan dukungan untuk menggunakan tenun ikat sebagai busana kerja, lewat Instruksi Wali Kota Kediri No 4 tahun 2010 tentang Penggunaan pakaian tenun ikat Bandar khas kota Kediri.

Sementara Salim Darmawan, Kasi Pemberdayaan Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri mengatakan, pemerintah kota bangga dengan keberhasilan tenun ikat yang kini telah dicatatkan sebagai warisan budaya dalam Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional (HAKI – KIK). 

Berbagai upaya menuju paten HAKI – KIK telah lama digagas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Salah satunya dengan terus mendukung event Dhoho Street Fashion yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri. 

Event ini mengundang desainer nasional seperti Didiet Maulana, Lenny Agustin, Priyo Oktaviano, Hanni Hananto dan Era Soekamto untuk membuat rancangan busana berbahan kain Tenun Ikat Kediri. 

Dekranasda Kota Kediri pada 2020 juga meluncurkan buku Tenun Ikat Kediri: Menjalin Harmoni, Menjaga Tradisi yang ternyata masuk sebagai salah satu bukti pendukung terbitnya HAKI – KIK.

Salim Darmawan juga menyebut, kain tenun ikat sudah banyak dipakai pesohor Indonesia. Sehingga semakin mengenalkan kain ini hingga Nusantara dan mancanegara. 

"Kalau Dhoho Street Fashion membuka jalan kami untuk melangkah lebih jauh. Tenun ikat juga pernah dipakai Nagita Slafina dan Raffi Ahmad," jelasnya.

Selain Tenun Ikat, Tahu Takwa juga tercatat sebagai  warisan budaya dalam Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional (HAKI – KIK). 

Baca juga: Pemkot Kediri Daftarkan Tahu Takwa dan Tenun Ikat HAKI KIK Kemenkumham

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved