Breaking News:

Berita Blitar

10 Hari Lakukan Sosialisasi, Pemkab Blitar Berharap Kesadaran Masyarakat Soal Aturan Cukai Meningkat

Selama 10 hari, Pemkab Blitar telah menggelar sosialisasi aturan cukai. Pemkab berharap masyarakat makin mengerti aturan cukai.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Para peserta mengikuti materi dalam kegiatan sosialisasi perundang-undangan bidang cukai di hari terakhir, Kamis (2/12/2021).  

TRIBUNMATARAMAN.com | BLITAR - Pemkab Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selesai menggelar sosialisasi perundang-undangan bidang cukai di sektor perdagangan informal. 

Sosialisasi dilaksanakan selama 10 hari, yakni mulai 22 November 2021 sampai 1 Desember 2021.

Sasaran sosialisasi adalah para pedagang kaki lima, pedagang keliling, pedagang asongan, dan pedagang kecil lain di Kabupaten Blitar. 

Target peserta sosialisasi sebanyak 400 orang yang dibagi menjadi lima angkatan. 

Masing-masing angkatan pesertanya 80 orang yang mendapatkan materi sosialisasi selama dua hari. 

"Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan sosialisasi perundang-undangan bidang cukai di sektor perdagangan informal," kata Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Tavip Wiyono, Kamis (2/12/2021). 

Tavip mengatakan pedagang sektor informal dianggap salah satu faktor penting penyebaran distribusi rokok ilegal.

Untuk itu, para pedagang informal harus mendapat sosialisasi agar paham terkait perundang-undangan bidang cukai.

"Ada 400 peserta yang dibagi lima angkatan. Masing-masing angkatan pesertanya 80 orang," ujarnya. 

Dikatakannya, tujuannya sosialisasi perundang-undangan agar masyarakat mengetahui barang-barang yang wajib kena cukai dan sanksi hukum apabila melanggar ketentuan cukai. 

Peserta sosialisasi agar mendapatkan materi yang dapat digunakan sebagai pengembangan usaha sehingga paham terkait aturan cukai

"Selain sosialisasi juga ada pelatihan. Kalau pelatihan sifatnya memberikan motivasi dan memberikan informasi peluang kepada peserta agar paham hak dan kewajiban terkait aturan cukai," katanya. 

Tavip berharap kegiatan sosialisasi perundang-undangan bidang cukai bisa terus berlanjut dari tahun ke tahun. 

Dengan begitu, pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap barang kena cukai semakin meningkat. 

"Otomatis pendapatan negara dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) juga meningkat," katanya. (sha/adv) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved