Breaking News:

berita kediri

Pemkot Kediri Daftarkan Tahu Takwa dan Tenun Ikat HAKI KIK Kemenkumham

Tahu takwa dan tenun ikat Bandar Kidul dari Kediri telah dicatat dalam surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman/didik mashudi
Perajin kain tenun ikat di Kota Kediri. Saat ini, Produk kain tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri telah berhasil didaftarkan ke dalam HAKI KIK Kemenkumham. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Tahu Takwa dan Tenun Ikat Bandar Kidul dari Kota Kediri telah dicatatkan dalam Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional (HAKI KIK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Tenun Ikat Kediri diakui dalam jenis Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) klasifikasi Seni Rupa – Dua Dimensi, Seni Rupa – Tiga Dimensi.

Sementara Tahu Takwa diakui dalam Jenis Pengetahuan Tradisional Kemahiran membuat kerajinan tradisional, makanan/minuman tradisional, moda transportasi tradisional.

Bertindak sebagai pelapor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri dengan nomor pencatatan EBT35202100402 dan  PT35202100173.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyebutkan, pencatatan kedua warisan budaya tersebut adalah pencapaian luar biasa yang patut kita syukuri bersama. 

"Dengan paten HAKI KIK ini, tentunya bentuk apresiasi pada para leluhur atau pendahulu yang telah mewariskan pada kita tinggalan budaya Tahu Takwa dan Tenun ikat Kediri,” jelasnya, Rabu (1/12/2021).

Dengan adanya paten HAKI KIK sudah cukup untuk mengkonter daerah lain melakukan klaim pada Tahu Takwa dan Tenun ikat Kediri. 

“Agar tidak terjadi saling klaim dan rebutan, masing-masing daerah punya keunikan budaya masing-masing. Jadi kita hormati dengan bentuk paten yang resmi, biar negara yang mengakui melalui surat resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” ungkapnya.

Dijelaskan, berbagai upaya menuju paten HAKI – KIK ini telah sejak lama digagas. Salah satunya dengan terus mendukung event tahunan Dhoho Street Fashion yang dipelopori oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar. 

Event ini banyak mengundang desainer nasional seperti Didiet Maulana, Lenny Agustin, Priyo Oktaviano, Hanni Hananto dan Era Soekamto untuk membuat rancangan busana berbahan Tenun Ikat Kediri. 

Dekranasda Kota Kediri tahun 2020 juga meluncurkan buku Tenun Ikat Kediri: Menjalin Harmoni, Menjaga Tradisi yang ternyata masuk sebagai salah satu bukti pendukung terbitnya HAKI KIK ini. 

Sementara, tahu sebagai kuliner tertua yang diperkenalkan oleh etnis Tionghoa di Nusantara ternyata juga masuk melalui Kota Kediri saat armada Kubilai Khan merapat di dermaga Sungai Brantas pada 1.292. 

Suryatini N Ganie dalam buku Dapur Naga di Indonesia yang dikutip ulang oleh Historia menyebutkan, saat mengunjungi Kediri mendapati tempat berlabuhnya jung-jung Mongol di kota itu (yang) sampai hari ini masih disebut Desa Jung Biru. 

Armada ini mempunyai jung-jung khusus untuk mengurus makanan tentara, termasuk satu yang khusus untuk menyimpan kacang kedelai dan membuat tahu.(didik mashudi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved