Breaking News:

Berita Kediri

Pemkot Kediri Bersama Bea Cukai Edukasi Tekan Peredaran Rokok Ilegal 

sosialisasi diharapkan dapat menyampaikan informasi yang didapat kepada masyarakat dan mengajak masyarakat turut aktif dalam menggempur rokok ilegal.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Kegiatan sosialisasi dan edukasi yang diikuti mahasiswa untuk menekan peredaran rokok ilegal di Hotel Insumo, Kota Kediri, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Pemkot Kediri bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kediri melakukan sosialisasi dan edukasi untuk ikut menekan peredaran rokok ilegal di Hotel Insumo, Kota Kediri, Senin (29/11/2021).

Kegiatan sosialisasi kali ini menggandeng mahasiswa. Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal disampaikan dengan menjelaskan Peraturan Perundang – Undangan di Bidang Cukai dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200 / PMK.04 / 2019.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memberikan sambutan menjelaskan, cukai sangat besar manfaatnya karena akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dana akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai sektor mulai dari kesejahteraan, pendidikan, hingga kesehatan. 

Mahasiswa yang hadir dalam sosialisasi diharapkan dapat menyampaikan informasi yang didapat kepada masyarakat dan mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam menggempur rokok ilegal. 

“Ini juga untuk menambah wawasan kita. Kalau adik-adik mungkin menemui rokok yang tidak ada cukainya mohon untuk di tag ke media sosialnya Kantor Bea Cukai Kediri supaya nanti bisa langsung ditindaklanjuti,” ujarnya. 

Dijelaskan, sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200 / PMK.04 / 2019 Tentang Pembebasan Bea Cukai Atas Impor Barang Untuk Keperluan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan.

Wali Kota Kediri juga mengungkapkan, DBHCHT bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk melakukan penelitian. Saat ini di dunia sedang meneliti banyak hal, sehingga penelitian dirasa penting. 

“Saya berharap mahasiswa banyak melakukan penelitian-penelitian yang bisa diaplikasikan kepada masyarakat. Jangan lupa juga untuk memberikan intellectual property rights di penelitiannya agar tidak dicopy atau diambil orang lain,” pesannya.

Selain Wali kota, kegiatan sosialisasi juga disampaikan Hendratno Argo Sasmito dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kediri.

Sosialiasi tersebut  diikuti 60 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum Uniska Kediri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved