Breaking News:

Berita Trenggalek

Bendungan Tugu Diresmikan Besok, Bupati Trenggalek: Masyarakat Sudah Merasakan Manfaatnya

Meski baru akan diresmikan besok oleh presiden Joko Widodo, namun manfaat Bendungan Tugu di Trenggalek dianggap sudah dirasakan masyarakat

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek yang akan diresmikan besok oleh Presiden Jokowi. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Presiden RI Joko Widodo akan meresmikan Bendungan Tugu di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Selasa (30/11/2021).

Sebelum Bendungan Tugu diresmikan, masyarakat Trenggalek sudah merasakan manfaat dari keberdanaan bendungan tersebut secara langsung.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, salah satu manfaat yang telah dirasakan masyarakat Trenggalek terkait keberadaan Bendungan Tugu adalah reduksi banjir.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tugu di Trenggalek 30 November 2021

Sekitar sepekan lalu, kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Kabupaten Trenggalek diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut.

Air hujan membuat debit Sungai Ngasinan penuh. Debit sungai itu kemudian hampir memenuhi waduk bendungan yang punya kapasitas sekitar 9,3 juta meter kubik.

Saat itu, lanjut Mas Ipin, kondisi air di bendungan sudah hampir setara dengan penuhnya waduk dari tanggul utama.

"Saya bayangkan kalau hari itu bendungan belum jadi, atau Pak Presiden tidak membangun bendungan di sana, wilayah kota Trenggalek mungkin sudah banjir parah," tutur Mas Ipin, Senin (29/11/2021).

Dari pengalaman itu, lanjut Mas Ipin, manfaat Bendungan Tugu sudah terasa secara langsung.

"Keberadaan Bendungan Tugu ini bukan lagi sekadar apa harapan kami. Tapi memang sudah menjadi kenyataan bahwa mampu meredekusi banjir. Khususnya di aliran Sungai Ngasinan," sambungnya.

Selain itu, Bendungan Tugu juga diyakini akan mampu mengatasi persoalan krisis air di kawasan persawahan saat masa kekeringan.

Beberapa daerah persawahan di kawasan Kecamatan Tugu, Karangan, kota, hingga Durenan yang merupakan kawasan dataran belum mampu memberi hasil panen secara maksimal.

"Para petani belum bisa panen maksimal. Jangankan tiga kali [setahun], dua kali saja susah. Sering kekurangan air, atau pun kalau bisa, panennya biayanya tinggi karena mereka harus memakai pompa air," ujarnya.

Dengan adanya Bendungan Tugu, lanjut dia, akan ada 1,2 ribu hektare sawah yang akan terairi air.

"Nanti irigasinya juga akan dibangun oleh kementerian untuk saluran primernya. Kemudian saluran sekunder dan tersier [dibangun] sesuai dengan kewenangan," sambung Mas Ipin.

Dengan demikian, pihaknya berharap produktivigas petani akan meningkat dan biaya produksi mereka bisa ditekan. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved