Berita Tulungagun

Peringati Hari Guru, GTT Tulungagung Ziarah di Makam Guru Musik WR Supratman

Sejumlah GTT di Kabupaten Tulungagung melakukan tabur bunga di makam Willem Mauritius van Eldik atau WM Sastrodihardjo, guru musik WR Supratman

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Perwakilan GTT Tulungagung menata bunga di pusara WM Sastrodihardjo, guru musik WR Supratman. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Sejumlah Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Tulungagung melakukan tabur bunga di makam Willem Mauritius van Eldik atau WM Sastrodihardjo, guru musik WR Supratman.

Ziarah ini bagian dari kegiatan GTT dalam rangka peringatan hari guru, Kamis (25/11/2021).

Empat perwakilan GTT datang ke pusara WM Sastrodihardjo di TPU Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru sekitar pukul 12.13 WIB.

“Kami turut bahagia di hari guru ini, meski kesejahteraan kami tidak sama,” terang Ketua Forum GTT/PTT Kabupaten Tulungagung, Sumarti.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Bupati Kediri Percepat Pemberian Insentif kepada GTT dan PTT

Lanjutnya, di hari guru ini pihaknya ingin mengambil teladan WM Sastrodihardjo.

Meski sosoknya bukan guru secara resmi, namun beliau menjadi seorang pendidik.

Bahkan hasil didikan WM Sastrodihardjo menghasilkan tokoh besar seperti WR Supratman.

“Dari beliau, siapa pun bisa menjadi pendidik. Kami ingin mengambil teladan beliau, tampil sebagai insan yang lebih baik untuk pendidikan Indonesia,” sambung Sumarti.

Selama ini sosok WM Sastrodihardjo belum dikenal di kalangan pendidik.

Tokoh ini mencuat setelah media mengangkatnya dalam tulisan.

Kedatangan para guru ini juga untuk mengetahui lebih dekat, sebagai bahan untuk pengenalan kepada para siswa.

“Selama ini belum tidak masuk kurikulum. Harapannya bisa lebih dekat, bisa diajarkan kepada siswa,” ucap guru SDN Nyawangan 4, Kecamatan Sendang ini.

Lebih jauh, di hari guru ini Sumarti berharap ada upaya peningkatan kesejahteraan untuk GTT.

Selama ini Sumarti menerima uang transportasi sebesar Rp 350.000 per bulan.

Jumlah ini sudah naik dibanding tahun sebelumnya, yang hanya Rp 250.000 per bulan.

Dari sekitar 4.500 GTT dan PTT di Tulungagung, hanya 1.800 orang yang menerima uang transportasi, 600 di antaranya guru SMP.

Para GTT berharap setidaknya mereka mendapatkan honor seperti daerah sekitar.

Sumarti mencontohkan, di Blitar GTT bisa mendapatkan honor setara Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Kami berharap kuotanya bertambah, semua GTT dan PTT mendapatkan uang transportasi,” tegas Sumarti.

Sebelumnya ada 846 guru dalam proses status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di antara mereka ada guru GTT yang selama ini sudah menerima uang transportasi.

Sumarti berharap kuota uang transportasi tersebut dialihkan ke GTT lain, bukan dihapuskan.

“Sejak awal perjuangan kami adalah menambah kuota penerima uang transportasi. Jika memungkinkan, semuanya dapat,” pungkasnya. 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved