Breaking News:

Berita Jember

Dosen Unej Divonis Lakukan Kekerasan Seksual, Kado Manis 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Vonis 6 tahun penjara untuk dosen Unej pelaku kekerasan seksual menjadi kado jelang peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Aksi aktivis usai persidangan tuntutan terhadap RH, terdakwa kasus pencabulan anak di PN Jember, Kamis (21/10/2021) lalu 

Yamini mengakui, dalam hukum positif Indonesia, cukup sulit membuktikan kasus pelecehan seksual. Namun bukan berarti kasus pelecehan seksual atau pencabulan tidak bisa dibuktikan, sampai akhirnya memberi rasa keadilan untuk korban.

Yamini menyarankan, bagi korban pelecehan seksual untuk berani bersuara, dan segera melapor. "Jangan menunggu lama, segera laporkan, supaya buktinya cukup. Jadi tanda-tanda pelecehan itu masih ada. Silahkan menelpon kami, untuk mencari bantuan hukum," tegas pengacara ini.

Dia mencontohkan, dalam perkara pencabulan dengan pelaku RH, bukti terbilang cukup kuat karena ada bukti petunjuk, juga keterangan korban yang masih anak, keterangan saksi ahli, juga keterangan pelaku.

Yamini menegaskan, keterangan korban anak atau saksi anak dianggap sebuah kebenaran dalam hukum perkara anak.

"Bagi korban kekerasan seksual, termasuk yang berada di lingkungan kampus, ayo berani bersuara. Karena korban harus mendapatkan rasa keadilan. Belajar dari vonis RH ini, juga kami harapkan bisa menjadi pelajaran supaya tidak terjadi kekerasan seksual di kalangan kampus, juga memberikan rasa aman," tegasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved