Breaking News:

Berita Trenggalek

Bupati Mas Ipin Optimistis Trenggalek Bisa Turun Ke Level 1 Jelang Nataru

Apabila dilihat dari sisi jumlah kasus, positive rate, dan angka kematian, kita harusnya level 1. Tapi capaian vaksin, kita masuknya masih level 2.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin optimistis level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten yang ia pimpin bisa turun ke level 1 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Kepercayaan diri itu merujuk pada capaian vaksinasi yang menurutnya meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu menjabarkan, capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Trenggalek melampaui 60 persen. Sementara capaian vaksinasi lansia di atas 40 persen.

“Target kami, pada Nataru nanti, setidaknya 70 persen warga sudah divaksin dosis pertama,” kata politisi PDI Perjuangan itu, Selasa (23/11/2021).

Menurut Mas Ipin, dengan capaian vaksinasi saat ini, Kabupaten Trenggalek sebenarnya sudah bisa masuk dalam kategori PPKM level 2.

Makanya, pihaknya berkeinginan agar capaian vaksinasi lebih. Sehingga level tersebut bisa lebih turun.

“Apabila dilihat dari sisi jumlah kasus, positive rate, dan angka kematian, kita harusnya level 1. Tapi karena capaian vaksin, maka kita masuknya masih level 2,” tuturnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengisi acara pagelaran Simposium Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jatim, Grand City Mall, Surabaya, Kamis (18/11/2021).
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengisi acara pagelaran Simposium Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jatim, Grand City Mall, Surabaya, Kamis (18/11/2021). (tribunmataraman.com/aflahul abidin)

Digenjotnya vaksinasi Covid-19 jelang Nataru juga agar risiko lonjakan kasus bisa diminimalisir.

Mas Ipin mengatakan, kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan aktivitas ketika Nataru masih belum diketahui secara pasti.

“Kita belum tahu kebijakan pemerintah seperti apa. Kalau ada pembatasan, risiko mungkin bisa ditekan. Tapi bila pembatasannya tidak begitu ketat, tentu resikonya akan tinggi. Semoga nanti masyarakat sudah punya cukup antibodi yang bisa untuk melawan virus melalui vaksin,” sambungnya.

Pemkab Trenggalek, kata dia, akan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat terkait kebijakan saat momentum Nataru.

Termasuk apabila pihaknya harus menerapkan pembatasan-pembatasan untuk menekan angka penularan Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved