Breaking News:

Press Release

PIKI Dukung Pembangunan Pariwisata Daerah Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Perlindungan Ekologi

Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) mendukung pembangunan wisata yang ramah ekologis dan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist
Webinar bertajuk ‘Pengembangan Pariwisata Daerah: Peluang dan Tantangan’, yang digelar Persatuan Intelejensia Kristen Indonesia (PIKI), Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) menggelar webinar bertajuk ‘Pengembangan Pariwisata Daerah: Peluang dan Tantangan’, Sabtu (20/11/2021).

Webinar ini mendatangkan sejumlah narasumber yakni Prof Dr Ir E.K.S. Harini Muntasib selaku Ketua Divisi Rekreasi Alam dan Ekowisata Fak.Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) ; kemudian Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN (Bappenas), Leonardo A.A Teguh Sambodo, SP,MS, PhD, ; serta Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umiati ; Bupati Minahasa Utara, Joune J.E Ganda ; dan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Jimmy Bernando Panjaitan

Merdy Rumintjap, Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPP PIKI mengatakan bahwa webinar ini digelar untuk mengawal kebangkitan kembali industri pariwisata nasional dan ekonomi kreatif, yang sempat terdampak pandemi covid-19.

"Sektor pariwisata diharapkan menyumbang devisa terbesar untuk indonesia. Tetapi pengembangannya harus melibatkan stakeholder pariwisata yang bersatu dengan berbagai pihak manapun," ujar Merdy.

Ketua Umum DPP PIKI, Dr Badikenita Putri Sitepu, SE., M.Si menambahkan, dari sekitar 280 proyek strategis nasional yang dicanangkan pemerintah, hanya berjalan sekitar 86 proyek.

“Dari yang 86 itu pun, kemarin mengalami koreksi. Padahal peluang investasi dan pengembangan pariwisata sangat besar dari proyek strategis nasional,” kata Badikenita.

Katanya lagi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar. Karena itu, perlu ditekankan bahwa pola pembangunan yang dilakukan di daratan dan kepulauan, harus menggunakan parameter yang berbeda.

Bila dihubungkan dengan upaya pengembangan pariwisata daerah, branding atau promosi saja tidak cukup. Di saat bersamaan, upaya-upaya untuk mengembangkan infrastruktur pendukung mesti dilakukan.

“Semoga ini bisa didengar masyarakat indonesia bahwa membangun indonesia dan pariwisatanya itu harus secara holistik. Jadi tidak hanya, membranding tujuan wisata, tetapi harus diikuti dengan memperbaiki infrastruktur,” imbuhnya.

Salah satu narasumber webinar, Prof Dr Ir E.K.S. Harini Muntasib, Ketua Divisi Rekreasi Alam dan Ekowisata Fak.Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata alam yang belum dikembangkan secara maksimal.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved