Breaking News:

Berita Nganjuk

Sekda Nganjuk Bantah RAPBD 2022 Copy Paste Dari APBD Sebelumnya

Pemkab Nganjuk membantah apabila disebut bahwa Rancangan APBD (RAPBD) tahun 2022 copy paste APBD sebelumnya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Rapat Paripurna DPRD Nganjuk agenda penyampaian PU Fraksi atas penyamapaian RAPBD tahun 2022 oleh Pemkab Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk membantah apabila disebut bahwa Rancangan APBD (RAPBD) tahun 2022 copy paste APBD sebelumnya.

Hal itu menanggapi pandangan umum (PU) salah satu Fraksi DPRD Kabupaten Nganjuk terhadap penyampaian RAPBD tahun 2022.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, M Yasin mengatakan, apa yang dimaksud dari salah satu fraksi tersebut dimungkinkan kalimat dalam pos RAPBD tahun 2022 sama dengan APBD sebelumnya. Akan tetapi dalam nilai anggaran dalam RAPBD tersebut dipastikan sudah berbeda.

"Seperti alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono, memang bunyi kalimat dalam pos anggaran sama tetapi nilainya sudah berbeda. Ini dikarenakan pembangunan Pasar tersebut melanjutkan pembangunan sebelumnya yang belum selesai karena anggaran tahun 2021 habis di refokusing untuk penanganan Covid-19," kata Yasin usai paripurna DPRD Nganjuk, Jumat (19/11/2021).

Hal semacam itu, dikatakan Yasin, dipastikan juga akan sama dengan pos anggaran lain yang belum selesai atau dilanjutkan dengan alokasi anggaran dalam RAPBD tahun 2022 nanti. Dengan demikian, memang ada kesamaan dalam pos anggaran yang peruntukanya belum selesai dikerjakan pada APBD sebelumnya dan dilanjutkan dalam APBD berikutnya.

"Kami rasa itu wajar dan sudah biasa dalam item pos anggaran dalam APBD. Dan kemungkinan ada rekan anggota DPRD yang belum selesai membaca pos anggaran tersebut sehingga dinilai APBD copy paste," ucap Yasin.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono memahami adanya Pandangan Uumum dari Fraksi di DPRD Nganjuk yang menduga APBD tahun 2022 copy paste. Dan pihaknya menduga hal itu dikarenakan anggota DPRD belum membaca seluruhnya pos anggaran dimaksud. Padahal yang namanya pos anggaran sama tetapi alokasi nilainya dipastikan tidak sama itu memang sudah seperti redaksionalnya dalam APBD.

"Dan kami kira pandangan umum dari fraksi tentang dugaan APBD copy pasti sudah biasa bila belum selesai membaca secara keseluruhan dari RAPBD tersebut," tutur Tatit Heru Tjahjono. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved