Breaking News:

Berita Tulungagung

Covid-19 di Tulungagung Melandai, Serapan Anggaran BTT Turut Melambat

Kasus Covid-19 melandai, otomatis serapan BTT juga melandai. Kalau memang sisa nantinya masuk Silpa untuk tahun depan.

Penulis: David Yohanes | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/David Yohanes
Kegiatan tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19, salah satu yang dibiayai BTT. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I TULUNGAGUNG -
Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Tulungagung baru teserap sekitar 60 persen.

BTT Kabupaten Tulungagung tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 28 miliar, dan kini masih terserap Rp 17 miliar.

Serapan paling tinggi untuk alokasi bidang kesehatan, terutama untuk penanganan Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Yohanes Bagus Kuncoro melalui Kabid Akuntansi, Bambang Satriyanto.

“BTT peruntukannya untuk kegiatan tak terduga. Karena itu dana terserap di kegiatan kebencanaan dan penanganan Covid-19,” terang Bambang.

BTT bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain kegiatan kebencanaan dan penganan Covid-19, BTT juga digunakan untuk bantuan sosial tak terencana, seperti saat bencana alam.

Dari  laporan menunjukkan serapan BTT di organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat penanganan Covid-19 cukup responsif.

“Dari kalkulasi data yang tersedia, dengan besaran dana yang dikeluarkan cukup seimbang,” sambung Bambang.

Sementara Wakil Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiyono, ada sejumlah OPD yang menggunakan BTT untuk penanganan Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved