Breaking News:

Berita Trenggalek

Bupati Trenggalek Mas Ipin Berbagi Pengalaman Inovatif dalam Simposium Inovasi Pelayanan Publik

Bupati Trenggalek berbagi pengalaman membangun dan mendorong seluruh pihak di Trenggalek untuk berinovasi dalam simposium inovasi pelayanan publik

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengisi acara pagelaran Simposium Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jatim, Grand City Mall, Surabaya, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berbagi pengalaman dalam membangun dan mendorong seluruh pihak di Trenggalek untuk berinovasi dalam pagelaran Simposium Inovasi Pelyanan Publik Provinsi Jatim, Grand City Mall, Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu mengatakan, memunculkan inovasi dengan anggaran yang besar mungkin akan lebih mudah.

Sementara di Trenggalek, kondisi yang terjadi sebaliknya. Anggaran yang terbilang minim memunculkan banyak persoalan yang tak terselesaikan. Tapi di sisi lain, hal tersebut juga dapat mendorong munculnya ide kreatif berupa inovasi.

Untuk mendorong itu, Mas Ipin berusaha menciptakan sistem kerja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbasis pada kepuasan masyarakat.

"Karena bupati adalah jabatan politis yang dipilih oleh masyarakat. Dipilih rakyat, tentunya tugas saya memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat itu. Sedangkan ASN merupakan jabatan biroktaris yang jangka waktunya sampai mereka pensiun. Maka dari itu saya ingin iklim birokrasi ini bisa menyatu dengan iklim politis dalam menjawab tantangan masyarakat," kata Mas Ipin.

Dari sana, ia membuat sistem yang mengatur bahwa tunjangan ASN akan ditentukan dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya. Apabila tingkat keterpuasan masyarakat 80 persen ke atas, maka ASN akan menerima 100 persen tunjangan.

Sementara apabila nilai kepuasan masyarakat di bawah itu, tunjangan yang akan didapat juga bakal disesuaikan.

Dari dorongan itu, banyak pihak menganggap Mas Ipin mampu mendorong para ASN untuk menciptakan inovasi untuk memperbaiki pelayanan bagi masyarakat. Terbukti, dalam beberapa waktu terakhir, beberapa inovasi andalan di Trenggalek mendapat penghargaan hingga tingkat nasional.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, inovasi sulit berhasil tanpa kolaborasi. Maka ia terbiasa menggandeng pihak-pihak di luar pemerintahan untuk ikut turut serta dalam sebuah program.

Selain itu, Mas Ipin juga merasa peran inovasi dalam pembangunan tak bisa dilakukan hanya oleh pihak-pihak tertentu. Ia menganggap, banyak elemen yang suaranya harus didengar dan diterima sebagai masukan untuk pembangunan. Salah satu elemen itu adalah perempuan.

“Dari sini maka lahir Musrena Keren (Musyawarah Perencanaan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan) di Trenggalek. Perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan diberikan wadah untuk bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Hasil Musrena Keren dibawa ke forum-forum musrenbang,” sambung dia.

Mengapa harus kaum perempuan? Bagi Mas Ipin, perempuan mewakili banyak hal. Antara lain soal pendidikan anak, gizi keluarga, dan urusan-urusan lainnya.

“Kenapa fokusnya perempuan, menurut survey kalau perempuan berpenghasilan 90% pendapatan itu akan kembali ke keluarga. Karena itu Trenggalek fokus ke perempuan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved