Breaking News:

Berita Nganjuk

Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Meningkat Hingga 1.668 Orang, KPAD Gencar Sosialisasi Ke Desa-desa

Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 1.668 orang. KPAD Nganjuk pun gencar sosialisasi ke desa-desa.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Ketua KPAD Kabupaten Nganjuk sekaligus Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi memberikan sosialisasi akan bahaya HIV/AIDS kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Nganjuk.   

"Khusus bagi penderita HIV/AIDS dari luar daerah Nganjuk akan dilakukan pemulangan agar tidak menulari ke warga lain di Nganjuk. Yakni pekerja buruh panen bawang, pekerja pabrik, tamu di bekas lokalisasi dan sebagainya," ujar Marhaen Djumadi.

Sementara Sekretaris KPAD Kabupaten Nganjuk, Setiyadi menambahkan, KPAD terus berupaya memberikan sosialisasi terhadap masyarakat tentang bahaya penyakit HIV/AIDS tersebut. Yakni dengan memberikan penjelasan terkait proses dan cara penularan dari penyakit HIV/AIDS. Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa mengantisipasi sendiri agar tidak tertular penyakit tersebut.

"Kami yakin bila masyarakat mengerti dan mengetahui tentang cara penularan penyakit HIV/AIDS tersebut maka mereka akan bisa hati-hati dan waspada," kata Setiyadi.

Memang, diakui Setiyadi, tingkat penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk masuk tingkat memprihatinkan. Dimana dari jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 1.668 orang tersebut sebanyak 1.050 diantaranya usia produktif.

"Kondisi tersebut berupaya kami minimalisir dengan turun ke Desa-desa melakukan sosialisasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk," tandas Setiyadi.

Dan KPAD, tambah Setiyadi, sesuai perintah Ketua KPAD sekaligus Plt Bupati Nganjuk akan mengidentifikasi para penderita HIV/AIDS dari luar daerah untuk dipulangkan. Yang mana diidentifikasi penderita HIV/AIDS dari luar daerah kebanyakan berada di tempat bekas lokalisasi wilayah Kecamatan Tanjunganom dan Kecamatan Baron.

"Dan untuk bekas lokaliasi Guyangan Nganjuk jumlah penderitanya tidak sebesar di dua Kecamatan tersebut," tutur Setiyadi. (aru/Achmad Amru Muiz) 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved