Breaking News:

Berita Nganjuk

Jadi Kurir Sabu, Pria Asal Jombang Diringkus Polisi di Nganjuk

Dituduh sebagai kurir narkotika jenis sabu, NF (34) warga asal Kabupaten Jombang diringkus Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dituduh sebagai kurir narkotika jenis sabu, NF (34) warga asal Kabupaten Jombang diringkus Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti satu klip plastik berisi sabu seberat 1,04 gram.

Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka tersebut berawal dari informasi yang masuk dan diterima jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Informasi tersebut menyebutkan akan adanya transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Sukomoro Nganjuk.

"Dalam penyelidikanya, unit Satrenarkoba dapat mengetahui gerakan diduga pelaku yang menjalankan transaksi sabu di wilayah Sukomoro tersebut," kata Supriyanto, Rabu (10/11/2021).

Penangkapan terhadap pelaku diduga kurir sabu tersebut, dikatakan Supriyanto, dilakukan unit Opsnal Satresnarkoba di salah satu warung di Desa Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk.

Tersangka NF langsung diamankan Satresnakoba setelah diperiksa dan digeledah kedapatan membawa satu plastik klip berisi sabu.

"Tersangka langsung dibawa ke Polres Nganjuk beserta barang bukti yang diamankan dari tanganya," ucap Supriyanto.

Dari pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Satresnarkoba, menurut Supriyanto, tersangka mengaku sedang mengantar pesanan sabu oleh seseorang yang berasal dari wilayah Kecamatan Pace. Dan narkotika jenis sabu tersebut didapatkan tersangka dari seseorang di wilayah Jombang.

Tertangkapnya tersangka sebagai kurir sabu asal Jombang tersebut, tambah Supriyanto, menjadi indikasi wilayah Nganjuk masih menjadi salah satu tempat peredaran narkotika dari luar ilayah Nganjuk. Dan Satresnarkoba Polres Nganjuk akan terus memburu dan menangkap siapapun yang menjadi perantara dan pengedar narkotika ataupun obat keras berbahaya (Okerbaya) di wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Dan untuk terangka pengedar Narkotika terancam dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam hukuman penjara hingga 20 tahun," tutur Supriyanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved