Breaking News:

Berita Kediri

PT KAI Daop 7 Madiun Siagakan Alat dan Material Untuk Siaga Antisipasi Cuaca Ekstrem

Daop 7 Madiun telah menyiapkan alat material untuk siaga di beberapa titik yang dapat menjangkau lokasi apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrem

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Personel PT KAI Daop 7 Madiun menyiapkan batu koral untuk siaga di beberapa titik yang diperkirakan rawan banjir, tanah ambles dan tanah longsor, Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun melakukan berbagai upaya yang mengedepankan keselamatan untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang lancar dan terkendali sehingga pelanggan dapat menikmati perjalanan KA dengan aman dan nyaman.

Upaya itu dilakukan karena saat ini telah memasuki musim penghujan dengan intensitas yang tinggi di beberapa wilayah.

Daop 7 Madiun telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa titik yang dapat menjangkau lokasi apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrim seperti banjir, tanah ambles dan tanah longsor.

AMUS ini terdiri dari batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel dan alat siaga lainnya yang telah ditempatkan di 13 titik wilayah Daop 7 Madiun.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, peralatan tersebut disiapkan di Stasiun Walikukun, Ngawi, Magetan, Madiun, Caruban, Bagor, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Sumobito, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Selain itu  juga menyiapkan tim reaksi cepat Flying Gank untuk menjaga kehandalan perjalanan kereta api. 

Tim ini akan melakukan pemeriksaan rutin jalur KA untuk mengantisipasi gangguan alam serta meminimalisir resiko dan mempercepat penanganan jika sewaktu-waktu terdapat dampak dari cuaca ekstrim pada operasional KA. 

“Tenaga Flying Gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rintang jalan ataupun peristiwa luar biasa hebat,” jelas Ixfan, Rabu (10/11/2021).

Ixfan juga menambahkan, Daop 7 Madiun telah menebang pohon yang beresiko tumbang di beberapa wilayah serta pengecekan dan pembersihan maupun normalisasi saluran air di area jalur KA wilayah Daop 7 Madiun. 

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman dan sehat, bagi pelanggan kami," ungkapnya.

Daftar 13 titik rawan banjir dan potensi luapan air di wilayah Daop 7 Madiun :

1. BH 134, Km. 212+972 antara Stasiun Walikukun – Kedungbanteng
2. BH 80, Km. 193+142 antara Stasiun Ngawi – Kedunggalar
3. BH 444, Km. 166+459 antara Stasiun Madiun – Magetan
4. BH 340, Km. 136+380 antara Stasiun Bagor – Saradan
5. BH 289, Km. 109+718 antara Stasiun Baron – Sukomoro
6. BH 255A, Km. 93+820 antara Stasiun Sembung – Kertosono
7. BH 630, Km. 183+84 antara Stasiun Ngadiluwih – Kediri
8. BH 613, Km. 173+572 antara Stasiun Kras – Ngadiluwih
9. BH 537, Km. 133+723 antara Stasiun Blitar – Rejotangan
10. BH 443, Km. 107+933 antara Stasiun Garun – Talun
11. BH 452, Km. 109+491 antara Stasiun Garun – Talun
12. BH 457, Km. 110+480 antara Stasiun Garun – Talun
13. BH 490, Km. 116+203 antara Stasiun Garun - Talun

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved