Breaking News:

Berita Tuban

Pria Bojonegoro Dikeroyok Gara-gara Bonceng Kekasih Orang di Tuban

Pria asal Bojonegoro dikeroyok sejumlah pria di Tuban karena kedapatan berboncengan dengan seorang perempuan yang ternyata pacar salah satu pelaku.

Editor: eben haezer
tribunjatim/m sudarsono
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pengeroyokan di Tuban yang dipicu oleh rasa cemburu karena korban berboncengan dengan salah satu pelaku. 

Reporter: Mochamad Sudarsono

TRIBUNMATARAMAN.com | TUBAN - Dedi Candra Pradana (20), pria asal Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dikeroyok oleh sejumlah pria. 

Penyebabnya karena ia berboncengan dengan perempuan berinisial NI (19), warga Tuban, turut Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Minggu (31/10/2021), malam.

Pelaku pengeroyokan itu berjumlah 4 orang. Mereka adalah Mohammad Lubaibil Asror (20), asal Desa Pandanwangi ; Ahmad Sulkan (20) asal Desa Jegulo ; Edi Susandi (20), asal Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Tuban ; lalu Bagas Adi Putra (19), asal Desa Semen Pinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Baca juga: Mertua Vanessa Angel Minta Tubagus Sopir Bibi Ditindak Sesuai Hukum, Tegaskan Tak Ada Jalan Damai

"Jadi cewek yang dibonceng korban adalah salah satu kekasih dari pelaku, motifnya cemburu karena dibonceng dan dichat korban," kata Kapolres Tuban, AKBP Darman, Minggu (7/11/2021).

Darman menjelaskan, Mohammad Lubaibil Asror (MLA) ini merupakan residivis kasus yang sama dan merupakan pacar yang dibonceng korban, sekaligus otak atas kejadian ini.

Setelah bersama ketiga temannya melakukan pemukulan, korban akhirnya mengalami luka hingga dirawat di rumah sakit.

Bahkan pelaku juga menarik tas milik korban hingga talinya putus, lalu mengambil paksa handphone korban kemudian pelaku kabur meninggalkan korban di tempat.

"Pelaku empat orang mengendarai dua motor, lalu menghadang memukuli korban dan membawa handphone dan uang tunai," ujar perwira menengah itu.

Baca juga: Pengakuan Tubagus Sopir Vanessa Angel Berkendara 120 Km/Jam sebelum Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Kapolres menambahkan, petugas yang mendapat laporan langsung mendatangi rumah NI perempuan yang saat kejadian dibonceng oleh korban.

Kepada petugas, NI mengaku mengenal korban melalui media sosial Facebook hingga berujung pada janjian untuk bertemu.

Para tersangka berhasil teridentifikasi dan diamankan saat berada di tempat kosnya yang beralamatkan di Desa/Kecamatan Rengel.

Sedangkan Ahmad Sulkan yang diamankan di rumahnya yang beralamatkan di Desa Jegulo, Kecamatan Soko.

"NI juga membenarkan kejadian tersebut,  MLA adalah residivis kasus sama 365. Keempatnya kita jerat pasal 365 dan 170 KUHP ancaman pidana penjara 12 tahun atau 7 tahun penjara," pungkasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved