Breaking News:

Berita Nganjuk

Kang Marhaen Paparkan Implementasi Smart City Di Kabupaten Nganjuk

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu calon peserta program gerakan menuju Smart city yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi memaparkan implementasi pelaksanaan program Smart City di Kabupaten Nganjuk kepada tim Asesor Kominfo secara virtual di Command Center.   

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu calon peserta program gerakan menuju Smart city yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kabupaten Nganjuk merupakan satu dari 14 Daerah lain di Jawa Timur yang juga telah mengimplementasikan program Smart city.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi (Kang Marhaen,red) dalam paparan kepada tim Asesor Kominfo secara virtual mengatakan, pembangunan Smart city di Kabupaten Nganjuk telah berlangsung dengan fokus layanan publik.

Katanya Smart city hadir untuk memberi solusi penyelesaian persoalan atau kebutuhan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya dengan menggunakan teknologi informasi.

"Termasuk diantaranya penggunaan sensor dan data analitik," kata Marhaen Djumadi di Command Center Kabupaten Nganjuk, kemarin.

Berbagai implementasi Smart city yang telah berjalan di Kabupaten Nganjuk, dikatakan Marhaen Djumadi, diantaranya layanan adminduk online DUKCAPIL CEMERLANG oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang menjadi wujud nyata program unggulan Kabupaten Nganjuk. Kemudian Unit Reaksi Cepat Perbaikan Jalan (URC-PJ) untuk memberi solusi cepat jalan rusak ringan yang ditangani Dinas PUPR.

Untuk memudahkan warga membayar pajak, ungkap Marhaen Djumadi, Bapenda yang dipimpin telah menghadirkan e-TAX atau pembayaran pajak secara daring. Ada pula Bos Didik Naik CB merupakan aplikasi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Nganjuk yang berisi berbagai sistem aplikasi terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan berbagai kebutuhan terkait dinas pendidikan lainnya.

Di bidang sosial, dikatakan Marhaen Djumadi, ada layanan KSATRIA SOSIAL milik Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk. Serta Public Safety Center (PSC) 119 milik Dinas Kesehatan (Dinkes) yang melayani pra fasilitas pelayanan kesehatan dan gawat darurat selama 24 jam yang tergabung dalam Layanan Pengaduan Darurat Terintegrasi Command Center.

"Seluruh sistem informasi layanan publik tersebut dikemas dalam program unggulan Nganjuk Smart city yang menjadi janji kampanye kami sebagai Kepala Daerah," ucap Marhaen Djumadi didampingi Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki.

Hasil dari implementasi program Smart city di Kabupaten Nganjuk, menurut Marhaen Djumadi, bisa dilihat dari indeks capaian Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dari tahun 2018 hingga 2020 yang mengalami kenaikan.

Sementara Asesor tim gabungan instansi Pusat Kominfo, Teddy Sukardi mengatakan, pihaknya cukup mengapresiasi perkembangan Smart city di Kabupaten Nganjuk. Apalagi dalam pemaparan implementasi program Smartcity tersebut dipilah cukup jelas yang pada intinya satu dalam rangka peningkatan pelayanan publik lebih berkualitas.

"Dan dari paparan Bapak Plt Bupati tersebut jelas tergambar implementasi Smart city di Nganjuk lebih besar dari skor indikator yang masuk. Dan diharapkan implementasi Smart city tersebut semakin ditingkatkan terus untuk melayani masyarakat," tutur Teddy Sukardi. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved