Berita Gresik
ACT Lakukan Operasi Pangan Murah Masyarakat Prasejahtera, Hanya Bayar 50 Persen
Masyarakat yang datang kemudian mendapatkan kupon sesuai kriteria penerima manfaat ACT Kediri hanya membayar 50 persen dari harga total.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kediri menggelar operasi pangan murah. Masyarakat yang membeli kebutuhan sembako hanya membayar 50 persen.
Komoditas yang dijual dengan harga murah salah satunya adalah minyak goreng. Di Kediri sejak sebulan terakhir terjadi lonjakan harga minyak goreng.
Harga minyak goreng curah saat ini di sejumlah pasar tradisional telah menyentuh Rp 19.000/liter.
Untuk mengurangi beban masyarakat akibat kenaikan harga pangan, ACT Kediri menggelar program operasi pangan murah, Rabu (3/11/2021).
Operasi pangan murah dilakukan di depan Kantor ACT Kediri Jl Sukarno Hatta, Kabupaten Kediri untuk memberikan stimulan ekonomi kebutuhan pokok masyarakat prasejahtera.
Operasi pangan murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok sehari -hari, seperti beras, gula, minyak goreng, tepung dan kebutuhan pokok lainnya.
Masyarakat yang datang kemudian mendapatkan kupon sesuai kriteria penerima manfaat ACT Kediri hanya membayar 50 persen dari harga total.
Kegiatan ini disambut suka cita masyarakat penerima manfaat.
Para pembeli merupakan masyarakat yang masuk dalam wilayah dengan risiko rawan ekonomi di sekitar lingkungan kantor ACT Kediri.
Sekitar 100 paket bantuan yang disediakan dan dapat ditukar dengan harga yang telah dipangkas.
Sunarsih, salah satu warga berharap harga pangan murah terus berlanjut.
Karena masih banyak masyarakat yang kesulitan membeli sembako dengan harga murah.
Sementara Iwan Kurnia Kepala Cabang ACT Kediri menjelaskan, program operasi pangan murah selanjutnya akan diaktivasi dibeberapa titik lainnya untuk meluaskan manfaat kepada masyarakat Kediri.
"Kegiatan ini menjadi awal untuk meluaskan manfaat kepada masyarakat di seluruh Kediri" ungkapnya.
Pandemi Covid 19 telah berdampak ekonomi bagi masyarakat.
Meski kasus angka positif dan kematian akibat covid menurun, namun kemiskinan dan pengangguran telah memunculkan permasalah ekonomi lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pasar-kdr.jpg)