Breaking News:

Berita Nganjuk

Penuhi Kebutuhan Makanan Sehat Dengan Pengembangan Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan

Komisi XI DPR RI mendorong pengembangan budidaya tanaman bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Nganjuk

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi memberikan paparan dalam pelatihan budidaya bawang merah ramah lingkungan kepada petani di Desa Mojorembung Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.  

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pengembangan budidaya tanaman bawang merah ramah lingkungan didorong Komisi XI DPR RI.

Hal itu dilakukan dengan memberikan bantuan pelatihan budidaya bawang merah ramah lingkungan kepada petani di Kabupaten Nganjuk.

Anggota Komisi XI DPRRI, Sarmuji mengatakan, dorongan pengembangan budidaya bawang merah dilakukan bekerjasama dengan Bank Indonesia.

"Kepedulian terhadap kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang ramah lingkungan terutama produk pertanian akan semakin kuat nantinya," kata Sarmuji di tengah pelatihan budidaya Bawang Merah ramah lingkungan di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, Selasa ( 2/11/2021).

Untuk itulah, dikatakan Sarmuji, melihat kepentingan kedepan tersebut Komisi XI DPRRI bersama Bank Indonesia menggelar pelatihan untuk para petani. Dan kali ini Petani Bawang Merah di Desa Mojorembun sebagai sentra produsen Bawang Merah terbesar di Kabupaten Nganjuk menjadi sasaran pelatihan.

Lebih lanjut dijelaskan Sarmuji, masyarakat yang peduli terhadap kesehatan dipastikan akan menjaga betul apa yang dikonsumsinya. Termasuk hasil produk Pertanian yang dalam budidayanya menggunakan Pestisida atau tidak. Dan apakah menggunakan Pupuk Kimia atau tidak.

"Pertanyaan tersebut akan selalu muncul dari masyarakat yang peduli dengan kesehatanya. Mereka akan selalu memilih produk yang ramah lingkungan tentunya untuk menjaga kesehatanya," ucap Sarmuji.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, Pemkab Nganjuk mengapresiasi positif kegiatan pelatihan untuk para Petani Bawang Merah di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk bersama anggota Komisi XI DPR RI.

Budidaya Pertanian yang ramah lingkungan itu sendiri, ungkap Marhaen Djumadi, yakni Budidaya Pertanian yang tanpa menggunakan bahan kimia. Baik itu Pestisida maupun Pupuk Kimia.

"Dan Budidaya Bawang Merah yang ramah lingkungan tersebut yakni semuanya menggunakan dilakukan secara manual dan menggunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang dan sebagainya. Makanya kami apresiasi digelarnya pelatihan ini untuk kebutuhan menjaga kesehatan masyarakat," tutur Marhaen Djumadi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved