Breaking News:

Berita Kediri

Kota Kediri Gelar Apel Hadapi Bencana Alam Hidrometeorologi 

Pemkot Kediri menggelar apel gelar pasukan mengantisipasi bencana alam hidrometeorologi yang berlangsung di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Pejabat Forkompinda Kota Kediri meninjau peralatan kondisi darurat bencana di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Pemkot Kediri menggelar apel gelar pasukan mengantisipasi bencana alam hidrometeorologi yang berlangsung di Lapangan Gajahmada, Kota Kediri, Senin (25/10/2021).

Kegiatan apel ini melibatkan ratusan personel gabungan TNI, Polri, Brimob, BPBD Kota Kediri, Senkom, Banser serta relawan.

Saat apel ditampilkan berbagai peralatan dalam menghadapi bencana alam seperti perahu karet, peralatan selam, dapur umum, tenda darurat dan ambulans.

Baca juga: Persiapan Menghadapi La Nina, BPBD Tulungagung Siagakan Peralatan dan Logistik

Kegiatan apel ini digelar karena bulan November 2021 sampai Januari 2022 diperkirakan memasuki musim penghujan.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama pejabat Forkompinda setelah menginspeksi pasukan juga meninjau peralatan dalam menghadapi kondisi darurat yang digelar di tenda.

Walikota menyebutkan mitigasi resiko bencana dan kerja sama antar stakeholder telah dilakukan. Termasuk kegiatan apel bersama dengan instansi vertikal seperti TNI dan Polri.

Malahan sejumlah lembaga amil zakat, Rapi, Banser dan Orari  juga dilibatkan dalam kegiatan apel bersama. 

"Dalam menangani bencana diperlukan kekompakan yang tercermin dalam kegiatan apel," jelasnya.

Apalagi di Kota Kediri posisinya diapit dua pegunungan yaitu Gunung Wilis dan Gunung Kelud dan di tengahnya ada Sungai Brantas.

Sehingga jika terjadi luapan air dari kedua gunung arah air akan ke Sungai Brantas yang melintas di tengah Kota Kediri.

Selain itu di Kota Kediri juga sering terjadi angin puting beliung yang setiap tahun ada beberapa rumah yang terkena bencana.

Sejumlah titik daerah kerawanan bencana juga telah diantisipasi.

Baca juga: Santriwati di Tulungagung Menangis Bila Ingat Dilecehkan Guru Ngaji Saat Belajar Ngaji dan Salat

 

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved