Breaking News:

Mendikbud Nadiem Makarim Minta Semua Daerah Percepat Vaksinasi Agar Bisa Pembelajaran Tatap Muka

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim berharap daerah mempercepat vaksinasi Covid-19 agar bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim (kanan) saat berjumpa Wali Kota Blitar, Santoso, Kamis (21/10/2021) malam.  

TRIBUNMATARAMAN.com I BLITAR - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim berharap daerah mempercepat vaksinasi Covid-19 agar bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Menurut Nadiem, saat ini, capaian vaksinasi di dunia pendidikan sudah hampir 70 persen.

"Saya harap semua daerah bisa seperti Jatim dalam penanganan Covid-19. Vaksinasi dipercepat agar bisa PTM. Capaian vaksinasi di dunia pendidikan hampir 70 persen," kata Nadiem usai ziarah di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Kamis (21/10/2021) malam.

Baca juga: Kesan Mendikbud Nadiem Makarim Setelah Untuk Pertama Kalinya Ziarah ke Makam Bung Karno

Nadiem mengatakan Mendikbud Ristek terus memonitor situasi pembelajaran tatap muka

Menurutnya, Kota Blitar dan Jatim termasuk salah satu contoh terbaik dalam penanganan kasus Covid-19. 

Kota Blitar satu daerah yang pertama kali menerapkan PPKM Level 1. Sampai saat ini proses pembelajaran tatap muka di Kota Blitar berjalan aman.

"PTM bukan hal baru, dulu sudah dilaksanakan dan sempat berhenti lagi ketika ada varian delta. Sekarang buka lagi dan sudah sekitar 55 persen melaksanakan PTM," ujarnya. 

Dikatakannya, pelaksanaan PTM pasti ada risiko. Menurutnya, protokol kesehatan yang ditetapkan Kemenkes dalam pelaksanaan PTM sudah baik.

"Kami akan melakukan random sampling, tapi tidak ada alasan panik. Kalau kasus landai, anak-anak jangan dikorbankan lagi dari sisi pendidikan. Itu dampaknya bisa jauh lebih permanen," katanya. 

Dikatakannya, semua bisa pulih dari pandemi Covid-19. Tapi anak-anak akan sulit pulih jika kehilangan pembelajaran.

"Kondisi psikis anak-anak risikonya lebih besar untuk terus belajar jarak jauh," katanya. 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved