Breaking News:

Berita Nganjuk

Sopir Angkutan Galian Tambang di Nganjuk Mengeluhkan Stok Solar di SPBU yang Kerap Kosong

Sering kosongnya stok Solar di SPBU dikeluhkan para sopir truk angkutan hasil tambang di Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM Solar di sebuah SPBU di Nganjuk 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Sering kosongnya stok Solar di SPBU dikeluhkan para sopir truk angkutan hasil tambang di Kabupaten Nganjuk.

Sering kosongnya stok Solar ini telah menyebabkan tersendatnya kegiatan angkutan hasil tambang tanah galian yang dipakai untuk pengurukan sejumlah lokasi proyek pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

Koordinator Sopir Armada Truk Tambang, Puguh Santoso mengatakan, dampak dari sulitnya mendapatkan BBM solar di SPBU saat ini banyak sopir truk yang pendapatanya menurun.

"Kondisi tersebut terjadi sejak BBM Solar di SPBU wilayah Nganjuk seringkali kosong hingga sekarang ini," kata Puguh Santoso, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Solar Langka, Puluhan Truk Antre Panjang di SPBU yang Masih Menyediakan

Dijelaskan Puguh Santoso, kalaupun BBM Solar di SPBU tersedia maka antrian panjang kendaraan untuk mengisi BBM solar tidak terelakkan.

Bahkan, sopir truk rela antri hingga tengah malam untuk bisa mendapatkan BBM Solar tersebut di SPBU. Dan sopir truk terpaksa meninggalkan armadanya di SPBU ketika tidak kebagian BBM Solar karena kehabisan stok.

"Kami tidak tahu sampai kapan kondisi seperti itu terus terjadi sekarang ini, yang jelas hal itu telah menghambat kegiatan angkutan tambang untuk sejumlah proyek besar di Kabupaten Nganjuk," ucap Puguh Santoso.

Di samping itu, tambah Puguh Santoso, adanya pembatasan pembelian BBM Solar maksimal Rp 50 ribu di SPBU juga dikeluhkan. Ini dikarenakan dengan nilai Rp 50 ribu tersebut satu truk. Padahal biasanya satu truk angkutan tambang tersebut sehari mengisi BBM Solar senilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Untuk itu, kami berharap ketersediaan BBM Solar di SPBU kembali disediakan dengan jumlah mencukupi. Karena saat ini beli BBM Solar di SPBU selalu antri dan itu telah merugikan para sopir angkutan," ujar Puguh Santoso.

Baca juga: Demi Dapatkan Solar, Para Petani di Madiun Rela Antre 2 Jam

Sementara salah satu sopir truk angkutan galian tanah, Yanto mengatakan, sehari biasanya dapat mengangkut galian tanah enam kali hingga delapan kali, namun karena BBM Solar sulit hanya bisa mengangkut maksimal tiga kali sehari.

"Akibatnya pendapatan ya turun drastis karena truk tidak bisa kami jalankan maksimal akibat persediaan BBM solar terbatas," kata Yanto.

Oleh karena itu, ungkap Yanto, pihaknya berharap stok BBM Solar di SPBU kembali di normalkan seperti biasa. Karena bila stok BBM Solar di SPBU kondisinya masih seringkali kosong maka akan terus menghambat proses pengurukan sejumlah bangunan proyek di Kabupaten Nganjuk.

"Pada akhirnya percepatan pembangunan proyek juga akan terdampak kekosongan BBM Solar di SPBU," tutur Yanto. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved