Breaking News:

Berita Nganjuk

Kabupaten Nganjuk Raih Dua Penghargaan Dalam STBM Award 2021

Kabupaten Nganjuk berhasil meraih dua penghargaan dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2021

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, R Heni Rochtanti (kanan) mewakili Plt Bupati Nganjuk menerima dua penghargaan STBM Award 2021 dari Kemenkes yang digelar secara virtual.   

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Kabupaten Nganjuk berhasil meraih dua penghargaan dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2021.

STBM Award adalah ajang yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pelaksanaannya dalam rangka peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) seluruh dunia. Sedangkan tema yang diusung  yakni "Mari Beraksi bersama Membuat Cuci Tangan Pakai Sabun Nyata bagi Semua".

Penghargaan itu diberikan kepada kabupaten atau kota yang telah menerapankan lima pilar STBM di daerahnya masing-masing.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, R Heni Rochtanti menjelaskan, dua penghargaan yang diraih Kabupaten Nganjuk terdiri dari kategori Sanitarian Terbaik yang berhasil diraih Puskesmas Gondang, serta kategori Natural Leader diraih oleh Suyanto sebagai kader Dusun Seloguno, Desa Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganujuk

"Penyerahan dua penghargaan itu sendiri dilakukan secara virtual oleh Kementerian Kesehatan akhir pekan lalu," kata Heni Rochtanti, Senin (18/10/2021).

Atas raihan penghargaan tersebut, Heni Rochtanti menyampaikan apresiasi tinggi dan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi lebih tinggi, terutama dalam rangka menjaga lima pilar STBM di Kabupaten Nganjuk.

"Ini merupakan buah kerja keras bersama. Semoga lima pilar STBM di Kabupaten Nganjuk terus terjaga, dan masyarakat Nganjuk semakin sehat," ucap Heni Rochtanti.

Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Kartini Rustandi menjelaskan, penghargaan itu diberikan kepada 68 kabupaten atau kota di Indonesia yang telah melakukan percepatan stop buang air besar sembarangan (BABS). Penghargaan itu juga diberikan bagi 30 sanitarian, dan 30 kepala desa atau kelurahan.

"Penghargaan itu juga diberikan kepada 30 natural leader terbaik yang telah berperan dalam percepatan BABS di Indonesia," tutur Kartini Rustandi. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved