Breaking News:

Berita Trenggalek

Kekeringan di Trenggalek Tahun ini Lebih Ringan Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

BPBD kabupaten Trenggalek memperkirakan kekeringan parah tidak terjadi hingga akhir tahun ini. Kekeringan tahun ini lebih ringan dibanding sebelumnya

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman/aflahul abidin
Warga mengambil air di mata air yang tersisa saat daerahnya kekeringan di Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek mengalami masa kekeringan terminim pada tahun 2021.

Sepanjang tahun ini, kekeringan sempat terjadi di dua desa, yakni Desa Banjar dan Desa Besuki.

Keduanya berada di Kecamatan Panggul.

Kekeringan di dua desa itu terjadi pada awal Juni lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek sempat mengirim suplai air bersih untuk kebutuhan warga ke dua desa itu.

Namun, kekeringan di sana dalam beberapa minggu, setelah hujan deras turun beberapa hari pada akhir Juni. Suplai air pun dihentikan setelah sumber-sumber mata air kembali berfungsi normal.

Kasus kekeringan pada tahun ini jauh lebih singkat dan sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2020, ada beberapa desa di empat kecamatan mengalami kekeringan hingga akhir musim kemarau. Sementara pada 2019, desa-desa yang susah air ketika kemarau mencapai 60 desa.

“Iya [tahun ini paling minim dibanding beberapa tahun sebelumnya]. Semoga tinggal 2 bulan tersisa tidak terjadi kekeringan di Kabupaten Trenggalek,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari, Kamis (14/10/2021).

Puspitasari menduga, minimnya kekeringan pada tahun ini disebabkan oleh hujan yang masih sering terjadi pada musim kemarau, yakni mulai Mei hingga September 2021.

Berdasarkan prakiraan musim hujan 2021/2022 dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG), kata dia, sebagian besar wilayah akan mengalami awal musim penghujan antara Oktober-November 2021.

Maka dari itu, BPBD memprakirakan, kekeringan parah tidak terjadi hingga akhir tahun ini.

Sebaliknya, pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai tampak bencana akibat curah hujan yang tinggi. Dampak tersebut antara lain tanah longsor dan banjir.

BPBD memetakan, setidaknya ada 44 desa di Kabupaten Trenggalek yang rawan longsor. Desa-desa itu umumnya berada di wilayah pegunungan yang memiliki banyak lereng dan jurang. 

Baca juga: Darurat Kekeringan, BPBD Nganjuk Gerojok Air Bersih ke Warga

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved