Breaking News:

Berita Nganjuk

Tingkatkan Pengelolaan Barang Milik Daerah, BPKAD Maksimalkan Aplikasi Simaset Terintegrasi

"Simaset tersebut sudah terintegrasi dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pengelolaan dan pendataan barang," kata Samsul Hadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Amru Muiz
Rapat sosialisasi aplikasi Simaset dalam upaya peningkatan pengelolaan barang milik daerah yang digelar BPKAD Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNMATARANAN.COM I NGANJUK - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk berupaya tingkatkan pengelolaan barang milik daerah.

Hal itu sekaligus dalam rangka menjamin terlaksananya tertib administrasi dan tertib pengelolaan.

Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Nganjuk, Samsul Hadi, menjelaskan untuk tujuan tersebut diperlukan adanya kesamaan persepsi dan langkah secara integral dan menyeluruh dari unsur yang terkait dalam pengelolaan barang milik daerah. Terlebih saat ini semuanya serba berbasis teknologi sehingga diperlukan sosialisasi dan pengenalan Sistem Informasi Manajemen Pendataan Aset (Simaset).

"Simaset tersebut sudah terintegrasi dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pengelolaan dan pendataan barang," kata Samsul Hadi, kemarin.

Dijelaskan Samsul Hadi, Simaset sendiri berfungsi untuk melakukan pencatatan mengenai pengadaan, pengesahan, penggunaan, perawatan, status, serta kondisi aset. Dimana aset-aset yang dimiliki oleh suatu Instansi dapat dipantau tentang keberadaan, nilai, perpindahan dan kondisinya.

Dan tujuan lain kegiatan sosialisasi, ungkap Samsul Hadi, juga untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan pemahaman mengenai peraturan Permendagri No 19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dimana Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) telah ditetapkan didalam sistem yang sementara hanya pengadaan dan pemanfaatan. Sedangkan untuk pemanfaatan, pemindah tanganan barang milik daerah dan penghapusan masih belum diterapkan didalam sistem.

"Dalam pengadaan sendiri ada beberapa kode. Namun yang paling umum dan wajib dihafalkan yakni kode pengadaan meubel, peralatan, dan mesin lainnya serta pengadaan aset tetap lain,” ucap Samsul Hadi.

Selain itu, imbuh Samsul Hadi,  untuk pemberian kode barang yang akan dimasukkan ke dalam aplikasi tidak boleh keliru. Karena apabila keliru nantinya akan mempersulit dalam proses pelaporan.

Dan untuk aplikasi, menurut Samsul Hadi, tetap menggunakan aplikasi Simaset yang telah di update versi terbaru. Untuk menu aplikasi masih sama seperti versi lama, namun tidak semua menu bisa di aktifkan.

"Bedanya versi baru aplikasi Simaset ini dibuat lebih simpel. Akan tetapi untuk memasukkan pengadaan baru jangan sampai salah menempatkan kode barang dengan barang yang dimasukkan,” ujar Samsul.

Untuk itu, harap Samsul, peserta bimtek dapat memahami setiap materi. Terutama hal yang teknis, mulai dari proses perencanaan kebutuhan dan anggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, dan penilaian penghapusan.

"Karena sebagian besar merupakan wewenang dan tanggung jawab para pimpinan organisasi perangkat daerah selaku pengguna barang,” tandas Samsul Hadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved