Breaking News:

Berita Nganjuk

Beri Kepastian Hukum Status Tanah, Kang Marhaen Serahkan 1.200 Sertifikat Tanah Program PTSL

Melalui sertifikat tanah tersebut sebagai pemberian kepastian hukum status tanah milik warga.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi saat menyerahkan sertifikat tanah pada warga dalam program PTSL dari BPN Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Sebanyak 1.200 sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) BPN Nganjuk diserahkan pada warga di Desa Kweden Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Penyerahan sertifikat tanah program PTSL tersebut dilakukan langsung oleh Plt Bupati Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, program sertifikat tanah melalui program PTSL yang dilaksanakan BPN Nganjuk merupakan wujud komitmen Pemerintah dalam mengakui tanah hak milik warga.

Selain itu, melalui sertifikat tanah tersebut sebagai pemberian kepastian hukum status tanah milik warga.

"Dengan demikian, warga yang telah memiliki sertifikat tanah miliknya bisa tenang dan bisa lebih sejahtera," kata Marhaen Djumadi yang akrab dengan panggilan "Kang Marhaen" tersebut usai penyerahan sertifikat tanah di Desa Kweden Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Rabu (13/10/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, Pemerintah mempunyai program pada tahun 2024 mendatang seluruh bidang tanah milik warga sudah bersertifikat.

Artinya sudah tidak boleh ada bidang tanah kosong tanpa ada sertifikat. Dengan demikian, program PTSL harus dilaksanakan terus menerus berkesinambungan setiap tahunnya sampai seluruh bidang tanah milik warga bersertifikat.

"Untuk itu, kami mengharap bagi Kepala Desa di Kabupaten Nganjuk agar secepatnya mengusulkan program PTSL di desanya masing-masing sebagai upaya memberi kepastian hukum hak tanah warga," ucap Marhaen Djumadi.

Lebih lanjut dikatakan Marhaen Djumadi, nantinya petok C atau petok D kurang kuat sebagai bukti kepemilikan tanah. Dan tanah tersebut masih bisa diakui oleh pihak lain.

Namun kalau tanah sudah bersertifikat maka tidak akan bisa diubah kepemilikanya atau diakui oleh orang lain.

Disamping itu, tambah Marhaen Djumadi, sertifikat tanah yang dimiliki warga bisa untuk meningkatkan perekonomian.

Yakni untuk mendapatkan modal usaha atau tambahan modal usaha dengan menjaminkan sertifikat untuk pinjaman di bank.

Langkah tersebut dinilai cukup baik dalam memanfaatkan sertifikat tanah untuk meningkatkan taraf hidup warga.

"Akan tetapi, uang pinjaman dari bank dengan jaminan sertifikat tanah tersebut jangan sampai untuk foya-foya ataupun kesenangan yang tidak ada manfaatnya. Tetapi uang tersebut harus bisa membantu meningkatkan perekonomian warga," tandas Marhaen Djumadi.

Sementara salah satu warga Desa Kweden penerima sertifikat program PTSL, Mustakim mengatakan, dirinya merasa senang dan tenang setelah bidang tanah yang dimilikinya sudah bersertifikat. Dan dirinya belum akan menjaminkan sertifikat tanahnya tersebut untuk tambahan modal usaha.

"Alhamdulillah dan kami ucapkan Terima Kasih pada Bapak Plt Bupati Nganjuk dan BPN Nganjuk sehingga tanah kami sudah bersertifikat. Dan kami belum berpikir untuk menjaminkan sertifikat ke bank dahulu, mungkin nanti kalau ingin berternak sapi kami akan cari pinjaman bank," tutur Mustakim.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved