Breaking News:

Berita Kediri

Situs Persada Soekarno Gelar Tasyakuran Mengenang Usulan Pancasila Menjadi Piagam PBB 

Para pegiat Situs Persada Soekarno di Kediri menggelar tasyakuran sederhana untuk mengenang upaya Soekarno menjadikan Pancasila sebagai Piagam PBB

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman/didik mashudi
Rumah Situs Persada Sukarno tempat masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Tasyakuran sederhana dilakukan untuk mengenang usulan pemerintah Indonesia dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar Pancasila menjadi piagam PBB.

Tasyakuran sederhana itu bakal dilakukan di rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (30/9/2021) malam. 

Sidang umum PBB yang mengusulkan Pancasila menjadi piagam PBB terjadi pada 30 September 1960. Namun peristiwa itu tenggelam ditelan bumi dan tidak lagi diketahui kelanjutannya.

Untuk mengenangnya para sukarelawan yang tergabung dalam pegiat Situs Persada Soekarno menggelar  perhelatan sederhana untuk mengingat dan mensyukuri peristiwa besar tersebut.

Sikan Abdillah, Ketua Panitia kegiatan menjelaskan, kejadian pada 30 September 1960 merupakan peristiwa besar dunia yang semestinya bisa menjadi kebanggaan nasional.

“Pancasila bukan hanya ideologi bangsa Indonesia tapi bisa menjadi ideologi  dunia,” ungkap Sikan Abdillah.

Tasyakkuran akan mengundang pejabat pemerintah, anggota DPR, tokoh masyarakat, perwakilan komunitas, pemuda, mahasiswa dan tokoh lintas agama untuk memimpin doa bersama.

“Kami mengundang berbagai perwakilan dari lintas komunitas, seperti  komunitas Rapi, komunitas K2, PCTA Indonesia, Orshid, JKPHS dan lain-lain," tambah  Lukito Sudiarto, Sekretaris Panitia.

Sementara Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Soekarno menjelaskan, kegiatan ini merupakan tahun ketiga  memperingati hari Pancasila di kancah dunia. 

"Bagi kami  ini adalah peristiwa  besar, bukan hanya nasional tapi internasional yang wajib kita ungkap, sebagaimana pesan Bapak Bangsa, Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” ungkapnya.

Kushartono mengharapkan, dengan acara tasyakuran bangsa  Indonesia tidak melupakan sejarah. Selain itu bisa tumbuh rasa kebanggaan nasional dan  jika sudah bangga akan menjaga dan melestarikan Pancasila.

Karena acara tasyakuran bagian dari pendidikan karaker, pembentukan alam bawah sadar untuk membumikan Pancasila. 

Sehingga yang dilakukan sejalan dengan harapan pemerintah saat ini yang sedang getol soal pendidikan karakter bangsa. 

"Kita akan mengundang wakil rakyat dan wakil pemerintah untuk bersama-sama menumbuhkan rasa kebanggaan nasional. Kami yakin semua akan mendukung,” harapnya.(didik mashudi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved