Berita Blitar

Selain Bunganya Cantik, Tanaman Tabebuya di Kota Blitar Juga Bisa Menyerap Polusi

Pohon tabebuya di sejumlah ruas jalan kota Blitar tak hanya bikin cantik jalan, tapi juga dapat membantu menyerap polusi udara.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman/samsul hadi
Pohon tabebuya sedang bermekaran di ruas Jl Mojopahit, Kota Blitar, Rabu (29/9/2021).  

TRIBUNMATARAMAN.com | BLITAR -  Pohon tabebuya yang sedang bermekaran membuat sejumlah ruas jalan di Kota Blitar terlihat semarak. 

Seperti yang terlihat di ruas Jl Mojopahit, Kota Blitar, Rabu (29/9/2021). 

Bunga tabebuya yang bermekaran di kanan kiri menjadikan sepanjang ruas Jl Mojopahit penuh warna.

"Setiap tahun biasanya di akhir September dan awal Oktober bunga tabebuya di sepanjang Jl Mojopahit selalu bermekaran," kata warga Jl Mojopahit, Totok Setyobudi. 

Totok mengatakan bunga tabebuya terlihat indah pada pagi hari ketika matahari belum tinggi. 

Menurutnya, ketika pagi, warna bunga tabebuya terlihat cerah dan indah. 

"Kadang-kadang ada pengendara yang berhenti untuk mengambil foto keindahan bunga tabebuya yang sedang mekar," ujarnya.

Kabid Konservasi dan Komunikasi Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Rahmawati Anifah mengatakan saat ini bunga tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Blitar memang sedang bermekaran. 

Menurutnya, biasanya, bunga tabebuya mulai mekar tiap September dan Oktober. 

Ada tiga jenis bunga tabebuya yang ditanam di sejumlah ruas jalan Kota Blitar, yaitu, putih, kuning, dan ungu. 

"Bunga tabebuya biasanya mekar pada musim kemarau, tapi sekarang musimnya tidak tentu. Tapi, biasanya tiap September dan Oktober bunga tabebuya mekar," katanya. 

Dikatakannya, DLH menanam bunga tabebuya di sejumlah ruas jalan seperti di Jl Mojopahit, Jl Sultan Agung, Jl A Yani, dan Jl HOS Cokroaminoto untuk penghijauan. 

Selain bunganya cantik, DLH memilih tanaman tabebuya untuk penghijauan karena merupakan jenis tanaman yang bisa menyerap polusi dan menyerap air untuk mencegah banjir.

"Sistem perakarannya juga akar tunggang, tidak menyebar ke samping. Sehingga aman untuk tanaman penghijauan, tidak merusak trotoar maupun bangunan lainnya," ujarnya. 

Rahmawati menjelaskan sesuai literatur tanaman tabebuya berasal dari Negara Brazil. 

Tetapi, model bunga tabebuya mirip dengan bunga sakura dari Jepang. "Iya, sejenis (bunga sakura), serupa tapi tak sama," katanya. 

Ke depan, kata Rahmawati, DLH akan menambah populasi tanaman tabebuya untuk penghijauan di sejumlah ruas jalan Kota Blitar. 

"Kami akan terus menambah jumlah atau populasi tanaman tabebuya untuk penghijauan di Kota Blitar," ujarnya. (sha)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved